PENGARUH PENGAWETAN KAYU KENARI (Canarium Moluense. BI) MENGGUNAKAN CLORPIRIFOS 400 EC DENGAN METODE RENDAMAN PANAS DINGIN TERHADAP SERANGAN RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynopcephalus LIGHT)
FIHMI AHMAD, Dr. Ir. H. Sutjipto A.H. M.sc.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan alam adalah sumber bahan baku utatna bagi kebanyakan industri kayu di Indonesia, seperti industri kayu lapis dan kayu gergajian. Namun kualitas kayu yang baik sernakin berkurang dan ketersediannya semakin terbatas. Sementara permintaan masyarakat akan kayudibidang bangunan terns meningkat. Pasokan kayu yang mempunyai keawetan tinggi semakin terbatas, sehinggaperlu dimanfilatkan ·kayu yang. keawetannya rendah (kelas awet IV-V) seperti kayu kenari (Canarium moluense BI) yang pemanfaatanya seeing digunakan untuk bangunan nunah, kayu lapis, papan dan pemanfatan yang lain. Sementara kerugian ekonomi karena pemborosan kayu yang diakibatkan oleh organisme perosak kayu, dapat dikurangi dengan tindakan pengawetan. Salah satu bahankayu kenari, kayu gergajian, pengawet yang digunakan yaitu Klorpirifos 400 EC yang bersifat racun kontak, pemapasan, .racun perut dan bOOan pengawet ini mudah didapatkan di pasaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaroh bahan pengawet yang optimal pada bagian kayu gubat dan teras terhadap serangan rayap kayu kering (Cryptotermes cynopcephalus Light). Bahan penelitian berupa kayu kenari Canarium molue-nse dengan ukumn 5 x 3 x 3 em yang diambil pada bagian kayu gubal teras dan bahoo pengawet Klorpirifos 400 EC. Pengawetan dilakukan dengan perendaman contoh uji pada larutan pengawet dengatl pelarut air pada 4 taraf konsentrasi (0%), (0,0003%), (0,0006%), dan (O,OOO90A.) pada bagian kayu gubal dan teras. Contoh uji direndatn pada larutan pengawet dengan rendaman panas selama 6 jam dan rendaman dingin selama 24 jam dengan suhu 60 ±5 °C. Selanjutnya contoh uji yang telah dipasang tabung dengan diameter 2,5 em dan tinggi ±4 em diserangkan pada rayap kayu keeing, setiap tabung berisi SO ekor myap kayu kering. Penyerangan dilakukan selama 44 hari, untuk mengetahui keefektifan baban pengawet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa intensitas serangan rayap kayu keeing dipengarohi olehkonsentrasi dan bagian kayu gubal teras. Semakin besar konsentrasi dan semakin kearah pusat ba~ng intensitas serangannya menunm. Perlakuan dengan berbagai konsentrasi bahanpengawet menunjukan pengamh yang nyata terhadap pe~gurangan berat, dan juga sangat nyata terhadap mortalitas. Namun pada bagian kayu sangat mempengaruhi mortalitas rayap dan tidak berpengaruh pads pengurangan .berat. Bahan pengawet Klorpirifos 400 Ee pada konsentrasi 0,0009% cukup efektif menghambat aktivitas serangan rayap -dengan rendaman panas selama 6 jam pada sOOu 60 ± 5 °c dan rendaman dingin selama 24 jam baik pada kayu gubal maupun teras kayu kenari
Kata Kunci : kayu kenari, kayu gergajian, kayu lapis, pengawetan,