DIMENSI SERAT DAN PROPORSI SEL PER LINGKARAN PERTUMBUHAN KAYU SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) DARI KULON PROGO, YOGYAKARTA
EDY CAHYONO, Ir. H. Burhanuddin Siagian
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANKebutuhan bahan baku sebagian besar dari hutan alam. Persediaan kayu dari hutan alam setiap tahun berkurang baik dari segi mutu maupun volumenya. Ini akibat kerusakan hutan, kebakaran hutan dan kerusakan karena hal-hal yang lain yang belum mampu ditanggulangi. Kebutuhan ballan baku industri kayu 'i(:makin meningkat. Sedangkan dewasa ini masyarakat mulai dihadapkan pada penggunaan kayu hasil hutan tanaman dan hutan rakyat. Kayu sungkai (l'eronema canescens Jack) merupakan tanaman alternatif penyedia bahan baku industri kayu Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu Iingkaran tumbuh. Lingkaran tumbuh ke-5 (L5), lingkaran tumbuh ke-6 (L6), lingkaran tumbuh ke-7 (L7), ...sampai lingkaran tumbuh ke-12 (Ll2) dari contoh uji yang diteliti dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diuji adalah proporsi sel dan dimensi serat. Proporsi sel meliputi sel pembuluh, sel jari-jari, sel parenkim d~n sel serabut. Dimensi serat meliputi panjang serat, diameter serat, diameter lumen dan tehal dinding serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kayu sungkai (Peronema canescens Jack) per lingkaran tumbuh terjadi variasi hanya panjang seratnya saja, sedangkan pada parameter-parameter yang lain tidak tc~jadi variasi. Nil'li proporsi sel kayu sungkai (fleronema canescens Jack) meliputi sel pembuluh sebesar 15,55 %, sel jari-jari sebesar 13,27 %, sel parcnkim sebesar 9,49 % dan sel serabut sebesar 61,65 %. Nilai dimensi scratnya meliputi panjang serat scbesar 1.106 ~m, diameter serat scbesar 14,369 !-tm, diameter lumen sebesar 9,218 !-tm dan tebal dinding serat sebesar 2,577 !-tIn. Kayu sungkai cukup sesuai bila digunakan untuk ballan baku pulp dan kertas berdasarkan proporsi sel dan dimensi seratnya. Ciri-ciri anatomi kayu sungkai yang diteliti yaitu; sel pembuluh penyebaran tunggal, sabagian ganda radial dan berbaris miring. Sel parenkim bertipe paratrakeal sebagian. Sel jari-jari bertipe seri banyak (di hhat dari penampang tangensial), mempunyai sel jari-jari heterogen yaitu sel tegak dan sel berbaring (di lihal dari penampang radial).
Kata Kunci : lingkaran tumbuh, proporsi sel, dilllensi serat, pilip dan kertas, ciri-ciri anatomi