Laporkan Masalah

Studi tentang Earnings management, krisis dan ukuran perusahaan pada perusahaan publik di Indonesia

RATA, I Wayan, Prof.Dr. Zaki Baridwan, MSc

2003 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur sebagai obyek penelitian dengan tujuan untuk menguji apakah manajemen perusahaan memanfaatkan akuntansi akrual dalam menyusun laporan keuangannya. Kebijakan akuntansi akrual dalam penyusunan laporan keuangannya dapat saja mengarahkan manajemen perusahaan untuk melakukan earnings management. Mean abnormal accrual perusahaan yang melaporkan rugi 0,002 pada tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 ini berarti bahwa tidak ada bukti yang signifikan perusahaan yang melaporkan rugi selama masa krisis untuk memilih kebijakan akuntansi yang menurunkan income. Mean abnormal accrual perusahaan yang melaporkan laba 0,001 pada tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 ini berarti bahwa tidak ada bukti yang signifikan perusahaan yang melaporkan laba untuk memilih kebijakan akuntansi yang menaikan income. Tidak ada bukti yang signifikan pada kelompok perusahaan manufaktur untuk melakukan earnings management. Tidak ada perbedaan jumlah perusahaan dari kelompok perusahaan besar maupun kelompok perusahaan kecil dalam memilih kebijakan akuntansi yang menaikan income. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa dari kelompok ukuran perusahaan, tidak ada indikasi earnings management Hasil penelitian ini menguatkan dugaan dari Dechow et. al. (1995) yang menyatakan bahwa, tidak ada earnings management pada tingkat yang melampaui level pengujian yang ditentukan bila diterapkan pada sampel-sampel perusahaan dengan kinerja keuangan yang ekstrim. Penelitian aktivitas discretionary accrual biasanya gagal mendokumentasikan bukti yang konsisten tentang earnings management (Young, 1999)

This research using manufacturing companies as the object of research. Purpose of this research is to examine the use of accrua l accounting by management in preparing financial statements. Accrual accounting policy in preparing financial statements can be used in guiding management toward earnings management. Mean abnormal accrual of companies reporting loss is 0,002 at 0,05 level of significance. It means that during the crisis period, there are no significance evidence to state that companies reporting loss make accounting choice that tend to reduce income. Mean abnormal accrual of companies reporting profit is 0,001 at 0,05 level of significance. It also means that during the crisis period, there are no significance evidence to state that companies reporting profit make accounting choice that tend to increase income. There is no significance evidence to say that manufacturing companies, as a whole, practicing earnings management in preparing their financial statements. This research also found that there is no difference between big and small companies in deciding accounting policy that tend to increase income. The result indicates that there are no earnings management related to the size of companies. Results of this research strongly confirm with Dechow hypothesis stating that there is no earnings management at rates exceeding the specified test-levels when applied to samples of firms with extreme financial performance. Research in discretionary accrual activity usually fail in documenting consistent evidence dealing with earnings management (Young, 1999).

Kata Kunci : Laporan Keuangan,Akuntansi Akrual,Earning Manajemen, earnings management, size firm, discretionary accrual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.