ANALISIS FINANSIAL USAHATANI HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN BANTUL (Kasus Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan)
ERNA IKA RAHAYU , Dr. Wahyu Andayani, M.S.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPola usahatani hutan rakyat di Bantul diduga mampu memberikan keuntungan finansial bagi petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keuntungan finansial pola usahatani hutan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik sampling dengan 3 strata, yaitu : a. Strata I (::S 0,40 ha) dengan jurnlah sampel 11 kepala keluarga; b. Strata II (0,41 - 0,80 ha) dengan jumlah sampel 13 kepala keluarga; dan c. Strata III (:::: 0,81 ha) dengan jumlah sampel 7 kepala keluarga. Analisis finansial dalam studi ini menggunakan parameter sebagai berikut : keuntungan bersih saat ini (NPV/Net Present Value), rasio tingkat keuntungan bersih saat ini (BCR/Benefit Cost Ratio) dan IRR (Internal rate of Return) dengan suku bunga riil yang digunakan adalah 7,50% pertahun. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Strata I (nilai NPV (-) Rp 3.459.989,99/ha/daur, BCR: 0,76 dan IRR : 6,66% /th); b. Strata II (nilai NPV: Rp 3.038.167,99/ha/daur, BCR : 1,36 dan IRR : 8, 17% /th); dan c. Strata III (nilai NPVRp 2.588.235,57/ha/daur, BCR: 1,37 dan IRR: 8,15% /th). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara finansial, pengelolaan usahatani hutan rakyat di Desa Sendangsari untuk Strata I adalah rugi, Strata II dan Strata III rnampu rnemberikan keuntungan.
Kata Kunci : Usahatani, daur, NPV, BCR, JRR