Laporkan Masalah

PRODUKSI BIOMASA HUTAN PINUS di Daerah Tangkapan Air Rahtawu, Wonogiri, Jawa Tengah

RESI ANOM P., Dr. Ir. H. Sambas Sabarnurdin, M.Sc

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pinus merkusii merupakan salah satujenis pohon yang dikembangkan oleh Perum Perhutani secara monokultur dengan sistem tebang habis pennudaan buatan. Sistem ini akan memutus daur hara tertutup, yang menuntut perhatian pada keseimbangan antara besamya hara yang keluar dan yang masuk ekosistem sehingga pengelolaan hutan berkelanjutan dalam jangka panjang bisa dipertahankan. Penelitian ini mengumpulkan informasi tentang besamya produksi biomasa kering beserta kandungan unsur haranya di ekosistem hutan pinus Daerah Tangkapan Air Rahtawu, Wonogiri, Jawa Tengah, umur 25 tho Unsur hara diekstraksi dari sampel biomasa kering dan tanah. Hasil penelitian menginformasikan bahwa berat kering total biomasa hutan pinus tersebut adalah 152,6 t ha-\ unsur hara terbanyak, baik dalam biomasa maupun tanah ekosistem tersebut, adalah N dan tersedikit adalah P. Pemanenan dengan mengeluarkan seluruh biomasa keluar tapak akan menghilangkan untuk tiap hektamya 336,9 kg N, 15,5 kg P, 118,6 kg K, 224,8 kg Ca dan 57,6 kg Mg dari tapak tersebut.

Kata Kunci : Pinus merkusii, biomasa, hara

  1. S1-2005-106529_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-106529_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-106529_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-106529_Title.pdf