Laporkan Masalah

KAJIAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN (Studi Kasus di Resot Polisi Rutan Kaliurang petak 1-10, Taman Nasional Gunung Merapi)

ANUGRAH ANDRIYANTO, Ir. Supriyandono, M. Sc.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Resot Polisi Rutan (RPR) Kaliurang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Merapi yang berperan dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam khususnya tanah dan air. Ancaman dan gangguan baik dari manusia maupun bencana alam (awan panas) diindikasi banyak menyebabkan kerusakan yang bila dibiarkan akan berdampak negatif Dntuk mengembalikan kondisi kawasan seperti semula dan mencegah dampak negatif dari kerusakan tersebut diperlukan strategi untuk menanggulanginya. Program rehabilitasi kawasan akan dapat terlaksana dengan efektifdan efisien bila terdapat informasi yang objektiftentang kondisi kawasan ini. Kondisi erosi, Tingkat Bahaya Erosi dan kajian tentang kekritisan lahan merupakan informasi yang diperlukan untuk melakukan perencanaan program rehabilitasi. Dntuk itu pene1itian ini bertujuan untuk menyediakan informasi tersebut. Dntuk mengetahui tingkat erosi digunakan metode Universal Soil Loss Equation (DSLE). Informasi Tingkat Bahaya Erosi di suatu unit lahan diperoleh dengan mencocokan tingkat erosi dengan kondisi kedalaman solum tanah pada unit lahan tersebut. Sedangkan penilaian tingkat kekritisan lahan diperoleh dari hasil analisis data spasial dan atribut yang merupakan parameter penentu tingkat kekritisan lahan. Berdasarkan SK Dirjen RRL No. 041/KptsN/1998 parameter penentu tingkat kekritisan lahan tersebut adalah: kondisi tutupan vegetasi; kemiringan lereng; tingkat erosi dan kondisi penge10laan (manajemen). Rasil penelitian menunjukan bahwa Kawasan Resot Polisi Rutan Kaliurang mempunyai kondisi erosi tingkat I seluas 1009,99 ha (67,85 %), tingkat II 163,20 (10,96 %), tingkat III 152,43 ha (10,24 %), tingkat N 51,52 ha (3,46 %) dan tingkat V 111,28 ha (7,47 %). Dari hasil perhitungan Tingkat Bahaya Erosi diketahui kondisi Sangat Ringan luas 137,44 ha (9,23 %), Ringan 485,66 ha (32,62 %), Sedang 288,95 ha (19,41 %), Berat 240,70 ha (16,17 %) dan Sangat Berat 335,66 ha (22,55 ha). Sedangkan untuk tingkat kekritisan lahan mempunyai kondisi Sangat Kritis seluas 220,16 ha (14,79 %), Kritis 385,59 ha (25,90 %), Agak Kritis 162,02 ha (10,88 %), Potensial Kritis 533,80 ha (35,86 %) dan Tidak Kritis 186,85 ha (12,55 %).

Kata Kunci : Erosi, Kekritisan.Lahan, RPH Kaliurang.

  1. S1-2005-140061_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-140061_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140061_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-140061_Title.pdf