Laporkan Masalah

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN HUTAN RAKYAT DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus di Sub DAS Pondok, Kabupaten Ngawi)

Y. EKA CAHYADI, Drs. Senawi, MP.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Meningkatnya tekanan penduduk terhadap lahan rnengakibatkan terjadinya degradasi surnberdaya lahan dan hutan, sehingga diperlukan pengernbangan hutan rakyat sebagai upaya rehabilitasi lahan. Keeenderungan yang terjadi adalah pernilihan jenis tanarnan hutan rakyat hanya dilihat dari aspek ekonorni saja dan kurang rnernperhatikan aspek ekologis kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui karakteristik lahan dan kesesuaian lahan untuk rnernberikan arahan jenis tanarnan hutan rakyat yang sesuai seeara ekologis. Jenis tanarnan hutan rakyat yang dipertirnbangkan adalah Swietenia mahagony (rnahoni daun kecil), Tectona grandis (jati), Acacia auriculiformis (akasia), Artocarpus heterophyllus (nangka), Mangifera indica (rnangga), Achras zapota (sawo), dan Nephelium lappaceum (rarnbutan). Penelitian dilakukan di Sub DAS Pondok, kabupaten Ngawi. Metode analisis kesesuaian lahan yang digunakan adalah rnetode matching, yaitu peneoeokan karakteristik fisik lahan aktual dengan persyaratan turnbuh jenis tanarnan yang dipertirnbangkan. Persyaratan turnbuh jenis tanarnan rnengaeu pada CSR/FAO Staff, sedangkan surnber data karakteristik lahan diperoleh dari data sekunder dan hasil uji laboratoriurn terhadap sarnpel tanah. Data sekunder rneliputi eurah hujan, jurnlah bulan kering, drainase tanah, kedalarnan efektif tanah, dan kelerengan. Data hasil uji laboratoriurn rneliputi pH tanah dan tekstur tanah. Proses pengolahan dan analisis data spasial rnenggunakan Sistern Inforrnasi Geografis. Hasil penelitian rnenunjukkan bahwa berdasarkan hasil overlay ernpat faktor lingkungan yang terdiri dari kelerengan, eurah hujan, jenis tanah, dan geornorfologi lokasi penelitian dapat dikelornpokkan rnenjadi 11 unit lahan. Berdasarkan analisis karakteristik lahan diketahui faktor pengharnbat utarna yang ada untuk perturnbuhan tanarnan hutan rakyat adalah kedalarnan efektif tanah, tekstur tanah, pH tanah, eurah hujan dan kelerengan. Kelas kesesuaian lahan untuk jenis tanarnan hutan rakyat yang dipertirnbangkan adalah tingkat S1 tidak diternukan di lokasi penelitian, tingkat S2 diternukan untuk sernuajenis tanarnan rata-rata sebesar 969,13 ha (28,32%), tingkat S3 diternukan untuk sernuajenis tanarnan rata-rata sebesar 783,81 ha (22,91%), tingkat N1 diternukan untuk sernuajenis tanarnan rata-rata sebesar 972,81 ha (28,42%), tingkat N2 diternukan untuk tanarnan nangka, rnangga, sawo, dan rarnbutan rata-rata sebesar 696,10 ha (20,34%). Arahan kesesuaian lahan untuk pengernbangan hutan rakyat di Sub DAS Pondok adalah jati sebesar 1630,523 ha (47,65%), rnahoni daun keeil sebesar 1630,523 ha (47,65%), akasia sebesar 2978,101 ha (87,03%), nangka sebesar 1630,523 ha (47,65%), rnangga sebesar 883,671 ha (25,82%), sawo sebesar 2978,101 ha (87,03%), rarnbutan sebesar 2978,101 ha (87,03%), sawah irigasi sebesar 177,012 ha (5,17%), dan sawah tadah hujan sebesar 266,757 ha (7,80%).

Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Hutan Rakyat, Arahan Fungsi Kawasan, Sistem Inforrnasi Geografis

  1. S1-2005-139888_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-139888_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-139888_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-139888_Title.pdf