ASPEK KETENAGAKERJAAN PADA INDUSTRI ROTAN (Studi Kasus di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon)
AGUS YASIN, Ir. Siswantoyo Dipodiningrat, M.S.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertambahan penduduk yang tinggi menuntut kemampuan dunia usaha untuk dapat menyerap pertambahan angkatan ketja yang tercipta. Industri rotan merupakan salah satu altematifdalam mengatasi masalah penyerapan tanaga ketja karena sifatnya yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia daripada men.&....gunakan mesin. Tenaga ke~ia menjadi unsur yang vital bagi kemajuan serta pengembangan industri rotan menghadapi persaingan pasar intemasionaL Tujuan penelitillil ini adalah mengetahui proses pengetjaan rotan, pengaruh keberadaan industri rotan bagi penyerapan angkatan ketja setempat, kondisi, latar belakang sosial ekonomi, sistem pengupahan dan kualifikasi tenaga kerja yang bekerja pada industri rotan. Penelitian ini illiaksanakan ill Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dan pUlposive random sarnpling. Jumlah total sampel yang diambil sebanyak 20% yaitu 53 industri dari 268 industri. Analisis data menggunakan metode deskTiptif Data penelitian meliputi deskTipsi proses pengetjaan industri rotan, jumlah tenaga ketja yang terserap akibat adanya industri rotan serta aspek ketenagakerjaan pada industri rotan. Pengambilan data proses pengerjaan industri rotan dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung, jumlah tenaga ketja dengan metode survei dan aspek ketenagaketjaan dengan wawancara. Data pendukung diperoleh dan instansi-instansi yang terkait. Dari hasil penelitian diperoleh proses pengerjaan pada industri rotan meliputi bahan baku, perkaitall, anyaman, dekorasi dan finishing. Pemasaran produk rotan Desa Tegalwangi 91% merupakan ekspor dan memegang peranan 30% dati total ekspor rotan Kebupaten Cirebon. lumlah pekeIja yang bekeIja pada industri rotan di Desa Tegalwangi berkisar antara 3.355-3.957 orang. Sistem pefie,oupahan pada industri rotan sebagian besar borongan dengan besamya pengupahan Rp. 35.000-250.000,- per minggu. Kualifikasi tenaga kerja didasarkan pada pengalaman terutama pada peketjaan rangka dan anyaman.
Kata Kunci : proses pengeIjaan, tenaga keIja, industri rotan