Perbandingan Hasil Pengukuran Sefalometri antara Teknik Tracing Manual dengan Digital
NURMA MAWARDANI, Niswati Fathmah Rosyida; Rr. Paramita Noviasari
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIMasalah maloklusi menjadi alasan utama pasien menginginkan perawatan ortodonti. Perawatan ortodonti terdiri dari berbagai tahap, salah satunya adalah penggunaan sefalometri lateral sebagai dasar analisis maloklusi. Analisis sefalometri dilakukan dengan cara tracing manual sebagai gold standard ataupun sesuai perkembangan zaman yakni tracing digital yaitu melalui software, smartphone, dan web. Tujuan dari review ini untuk mengetahui tingkat reliabilitas antara kedua tracing agar dapat ditentukan kelayakan tracing digital sebagai alternatif tracing selain tracing manual. Metode review yang digunakan adalah dengan mencari literatur dari database Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Literatur yang digunakan adalah literatur berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang terbit mulai januari 2011 hingga waktu penyelesaian review dan termasuk dalam kategori literature review, penelitian, case report dan case series. Hasil review menunjukkan bahwa tracing digital memiliki tingkat reliabilitas yang sama dengan tracing manual. Landmark yang menunjukkan perbedaan signifikan paling banyak terdiri dari SNA, SNB, U1-NA (mm), L1-NB (mm), U1-MaxP, GoGn-Sn, N-Me, ANS-Me, U1-NA, L1-NB, Interincisal angle, dan Nasolabial angle. Kesimpulan review ini adalah tracing digital memiliki rata-rata koefisien korelasi >0,8 sehingga tingkat reliabilitas tracing digital sama dengan tracing manual. Tracing digital dapat digunakan dalam analisis sefalometri sebagai alternatif tracing selain tracing manual.
Malocclusion is the main reason patients search for orthodontic treatment. One of the stages of orthodontic treatment is the use of lateral cephalometry as the basis for malocclusion analysis. Cephalometric analysis is carried out by manual tracing as the gold standard or according to the times, namely digital tracing. The purpose of this review is to determine the level of reliability between the two tracings to determine the feasibility of digital tracing as an alternative tracing other than manual tracing. The review method used is to search for literature from the Pubmed, Science Direct, and Google Scholar databases. The literature used in English and Indonesian literature was published from January 2011 until the time of completion of the review and is included in the category of literature review, research, case report, and case series. The results of the review showed that digital tracing has the same level of reliability as manual tracing. Landmarks that mostly show significant differences consist of SNA, SNB, U1- NA (mm), L1-NB (mm), U1-MaxP, GoGn-Sn, N-Me, ANS-Me, U1-NA, L1-NB, Interincisal angle, and Nasolabial angle. The conclusion of this review is digital tracing has the same level of reliability as manual tracing with an average correlation coefficient of >0,8. Digital tracing can be used in cephalometric analysis as an alternative tracing other than manual tracing.
Kata Kunci : tracing manual, tracing digital, sefalometri lateral, ortodonti