Laporkan Masalah

Sistem penarikan premi jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat yang sesuai dengan pilihan masyarakat Kabupaten Bantul

KUNTARINI, Anastasia, dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Berdasarkan Rencana Strategis Kesehatan dan Proyek Kesehatan Propinsi I DIY telah disusun suatu rencana pengembangan asuransi kesehatan/JPKM yang dimulai tahun 2000 sampai 2005 sebagai bagian dari rencana mobilisasi dana kesehatan. Pemerintah Daerah kabupaten Bantul dituntut mengembangkan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan. Cara menghimpun dana yang efektif belum ditemukan jika asuransi kesehatan/JPKM hendak dilaksanakan di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penarikan premi JPKM yang sesuai dengan pilihan masyarakat kabupaten Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan subyek 180 KK yang berdomisili di kecamatan Bantul (urban), kecamatan Pajangan (sub urban) dan kecamatan Dlingo (rural). Responden dipilih dengan cara cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan wawancara mendalam. Hasil: Masyarakat memilih membayar premi secara tidak langsung (88,9%), dan secara langsung (11,1%). Lembaga pengumpul premi yang dipilih masyarakat antara lain; bank/BRI (49,4%), Askes (22,2%), Jamsostek (7,2%), PLN(6,1%), Kantor Pos (6,1%) , pajak (5,6%) dan JPKM (2,2%). Periodisasi penarikan premi yang paling banyak dipilih adalah setiap satu bulan sekali (66,1%). Domisili, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan mekanisme penarikan premi. Domisili dan pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan dengan periodisasi penarikan premi, pekerjaan dan pendapatan tidak berhubungan secara signifikan dengan periodisasi penarikan premi. Kesimpulan : Mayoritas responden memilih sistem penarikan premi yang mekanismenya melalui bank/BRI, dengan periodisasi satu bulan sekali.

Background: Based on health Strategic Planning and Provincial Health Project I of Jogjakarta Province, the plan of health insurance/HMO development had been made. It will start from 2000 to 2005 as part of health finance mobilization plannning. Bantul Regency Authority must develop health service finance system. The effective way to collect money (premium) is not found yet, if health insurance/HMO will be implemented in Bantul regency. Objective: This study was aimed to find out premium collection system of HMO that compatible with Bantul community`s choice. Method: This study used a cross sectional design that was conducted to 180 family leaders, wich lived in Bantul district(urban), Pajangan district (sub urban) and Dlingo district (rural). Respondents were chosen by cluster random sampling. Data were collected using questionnaire and in-depth interview. Result: The community chosen to pay the premium directly (11,1%), and indirectly (88,9%). The institution that been chosen by community are bank (49,4%), and ASKES (22,2%), Jamsostek (7,2%), and PLN (6,1%), and Post Office (6,1%), and tax (5,6%), and JPKM (2,2%). The period of premium collection that been most chosen by community was monthly (66,1%)payment. There was no correlation between domicile, and education, and occupation and take home pay with premium collection mechanism. There was a significant correlation between domicile and education with period of premium collection. Conclusion: Majority of respondents chosen premium collection system with bank as the mechanism, and monthly as the period.

Kata Kunci : Asuransi Kesehatan,Penarikan PRJM,Masyarakat Bantul

  1. S2-2003-ANASTASIAKUNTARINI-abstrak.pdf  
  2. S2-2003-ANASTASIAKUNTARINI-bibliografi.pdf  
  3. S2-2003-ANASTASIAKUNTARINI-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-ANASTASIAKUNTARINI-title.pdf