ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEBERHASILAN TANAMAN TUMPANGSARI Pinus merkusii Jungh. et de Vriese (Studi Kasus di RPH Parang, BKPH Kediri, KPH Kediri, Unit II Perum Perhutani Jawa Timur)
THERESIA RUTH WIDHIANTI, Dr. Ir. Ronggo Sadono
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANTumpangsari hams diadakan dengan tetap memperhatikan asas keletarian hutan yaitu adanya jaminan pembuatan lanaman yang teratur dan berhasil. Dalam pelaksanaannya, kawasan hutan yang dikelola dengan sistem tumpangsari akan mengalami suatu tingkat kcberhasilan tanaman. Penclitian ini bertujuan Ulltuk mengetahui tingkat keberhasilan tanall1an pada tumpangsari Pinus merkusii Jungh. et de Vriese serta kajian lebih mendalatn IIntuk tn~l1e~tJlhlli fuktor-faktor yang m~tnr~nellnlhinya. Penelitian dilaksanakan pada 3 petak tanaman Pinus tahun 2003, antara lain petak 114a, petak 115b dan petak 115e yan.g terletak tepat bersebelahan dengan dusun Igir-igir, Desa Joho, Keeamatan Semen, Kabupaten Kediri. Pada penelitian ini indikator yang digunalan untuk menentukan keberhasilan tanaman tumpangsari Pinus merkusii Jlmgh. ct de Vriese adalah pertumbuhan fisik tanaman pokok, antara lain persen tumbuh, rerata tinggi dan rerata diameter serta kerataan tinggi dan kerataan diameter. Untuk mengetahui faktor-faktor yangberpengaruh terhadap kondisi tersebut maka seear'a khusus diglwakan Fishbone analysis, yaitu suatu tdmik yang dapat mcmbantu menampilkan faktor-faktor penyebab (root cause) palla :suatll lIIasalah (.'P·c(jics problem) yang disajikan dalalll bentnk Diagram Fishbone. Berdasarkan hasil analisis data pcngukuran di lapangan menunjukkan hasil bahwa petak-petak tanaman tersebut tennasuk kriteria tanaman k'lIrang berhasil dengan nilai skor tanaman 72,8; dengan perineian lahan andil yang tennasuk kriteria kurang dari cukup scbesar 17%, kriteIia kurang berhasil 63% dan kriteria gagal20%. Selain itu diperoleh persen tumbuh hanya 30,32%; rerata tinggi 49,56 em; rerata diameter 0,83 em serta kerataan tinggi dan kerataan diameter tennasuk kriteria kurang dari cukup. Dalam Diagram Fishbone ditunjukkan faktor yang menonjol. Faktor pendukung keberhasilan tanaman yaitu kesesuaian tempat tlUnbuh tanaman, keberadaan SDM, dan keberadaan lembaga nonfonnal desa. Tanaman tnmpangsari Pinus mcnjadi kurang bcrhasil karcna adanya fhktor penghambat yaihI topografi yang sulit, tingginya motivasi ekonomi pesanggem, dan lemahnya fungsi lembaga nonfonnal desa dalam pengelolaan hutan.
Kata Kunci : keberhasilan tanaman, Fishbone Analysis