Hubungan karakteristik internal dan eksternal terhadap kinerja bidan desa dalam penemuan kasus pnemonia di Kabupaten Tasikmalaya
HOLIKIN, Prof.dr. Mohammad Hakimi, PhD.,SpOG.
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terutama pne monia yang dapat menyerang secara akut pada bayi dan anak balita dan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO (1990) kurang lebih 13 juta anak balita di Dunia meninggal setiap tahunnya dan 95% kematian tersebut berada dinegara sedang berkembang. Di Indonesia kematian akibat pnemonia pada bayi dan anak balita merupakan masalah utama dan jumlahnya diperkirakan 6 per 1000 balita atau 150000 pertahun. Di Jawa Barat angka kematian balita (AKABA) tahun 1993 tercatat 101 per 1000 kelahiran hidup dan merupakan angka tertingi dibandingkan dengan propinsi lain. Di Kabupaten Tasikmalaya cakupan penemuan kasus pnemonia pada balita masih sangat rendah pada tahun 1999/2000 sebesar 51% dari target 86%. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti, dimana tenaga yang berperan dalam penemuan kasus pne monia bayi dan balita di desa adalah Bidan Desa. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik internal dan eksternal terhadap kinerja bidan desa dalam penemuan kasus pnemonia di Kabupaten Tasikmalaya. Cara penelitian. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan rancangan Cross Sectional dengan populasi seluruh bidan desa yang berada di Kabupaten DT. II Tasikmalaya , sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 75 orang bidan desa. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat (chi- square) dan multi variat (uji Regresi Logistik ). Instrumen penelitian adalah pedoman daftar pertanyaan ( Kuesioner tertutup ). Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden bidan desa dalam penemuan kasus pnemonia mencapai target sebanyak 74,7% dan yang tidak mencapai target 25,3%. Dari analisa data bivariat bahwa faktor umur, pengetahuan, pelatihan, lama kerja, dan ketersediaan sarana memiliki hubungan yang bermakna dalam penemuan kasus pnemonia balita (p < 0,05). Sedangkan analisis multivariat variabel sarana merupakan hubungan yang paling kuat dengan kinerja bidan desa dalam pemuan kasus pnemonia balita dengan uji chi-square dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05) artinya mempunyai hubungan sangat kuat dengan kinerja bidan dalam penemuan kasus pnemonia. Kesimpulan. Dengan diadakannya penelitian ini kelengkapan sarana alat kesehatan (timer,stethoskop,thermometer) penting untuk diperhatikan dalam deteksi dini penemuan kasus pnemonia balita. Dan perlu pelatihan penatalaksanaan kinerja bidan desa secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penemuan kasus pnemonia.
Background: Acute Respiratory Infection especially pneumonia can attack acutly to the baby and children under five years old and also the main cause of the illness and death in developing countries including Indonesia. According to WHO, it’s about 13 million children under five years old die every year and 95% of the death happens in developing countries. In Indonesia, the death cause of pneumonia to the babies and children under five years old is the main problem and it assumes that 6 from 1.000 or 150.000 children under five years old die of pneumonia per year. In West Java children under five years old death rate in 1993 was 101 from 1.000 of birth life and it is the highest rate compared to other provinces. In Tasikmalaya regency the scope of pneumonia case finding is still very low, in 1991 / 2000 only 51% from the target 86%. It needs follow up, in which, rural midwives play important role in this case. Objective: This study was aimed at finding out the relation between internal and external Characteristics toward rural midwives’ performance in pneumonia case finding in Tasikmalaya regency. Methods: This was an observational study using a cross-sectional approach, the population is all rural midwives in Tasikmalaya Regency. The samples are 75 village midwives. The data analysis is univariable, bivariable (chi-square) and multivariable (Logistic Regression Test) analysis. The instrument is questionnaire guided (close questionnaire). Results: The study shows that from 75 village midwives 74,7% had reached the target and 25,3% failed. Based on bivariable data analysis age, knowledge, trainining, work experience and facilities availability factors have meaningful relation in pneumonia case finding with chi-square Test in which P=0,001 (P<0,05). It means that it has eight relation to midwife performance in pneumonia case. Conclusion: It can be concluded that the completeness of health facilities (timer, stethoscope, thermometer) are very important things to be cared in order to have early detection in pneumonia case. It also needs work management training for the midwives continuously to progress their knowledge and skill.
Kata Kunci : Kesehatan Ibu dan Anak,Pnemonia,Kinerja Bidan, Knowledge, Training, Work Experience, Facility Availability, rural midwives’ performance in children under five pneumonia case finding.