Laporkan Masalah

PENGARUH MEDIA DAN TINGGI PANGKASAN TERHADAP KEMAMPUAN BERTUNAS CEMARA UDANG HASIL CANGKOKAN

SRI MEKAR DYAH WIJAYANTI , Ir. W. W. Winarni, M.P.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Cemara Udang (Casuarina equisetifiAia) merupakanjenis yang multiguna bila ditanam di lahan pantai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuall mengetahui pengaruh media cangkokan terhadap pertumbuhan akar Cemara Udang dan pengaruh tinggi pangkasan terhadap kemampuan bertunas Cemara Udang dan panjang stek terhadap akar stek hasH pertunasan. Penelitian ini dilakukan di Pantai Sundak, Tepus, Gunung Kidul dan di Rumah Kaca Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang terbagi menjadi perlakuan; 1) Percobaan cangkok digunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD), dengan 3 macam media (tanah Vertisol, pupuk kandang, campuran) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 17 kali, pengamatan dilakukan secara kualitatifdengan pengambilan data seeara scoring; 2) Pada pengaruh tinggi pangkasan digunakan Rancangan Aeak Lengkap Berblok (RCBD), terdiri dari 3 blok, 2 perlakuan tinggi pangkasan (10 em dan 15 em), 3 media sapih masingmasing kombinasi diulang sebanyak 2 kali ulangan; 3) Untuk perlakuan .stek digunakan Raneangan Aeak Lengkap (CRD) dengan 3 perlakuan perbedaan paIllang stek (10, 15 dan 20 em) dan diulang sebanyak 10 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanah Vertisol mampu menghasilkan akar eangkokan paling banyak. Pangkasan terbaik untuk menghasilkan tunas yang banyak adalah pangkasan dengan tinggi 15 em dari tanah. Stek dengan panjang rata-rata 16,23 em menghasilkan akar yang paling panJang.

Kata Kunci : Cemara Udang, cangkok, media, tinggi pangkasan, kemampuan bertunas

  1. S1-2005-140096_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-140096_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140096_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-140096_Title.pdf