Analisis kenaikan pola terif terhadap tingkat pemanfaatan Balai Pengobatan Gigi Puskesmas di Kota Yogyakarta
HARITONO, Arief, dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebijakan kenaikan pola tarif terhadap tingkat pemanfaatan dan persepsi mutu pelayanan Balai Pengobatan Gigi di Puskesmas Kota Yogyakarta. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif-analitik dengan metode cross sectional untuk melihat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen di BPG Puskesmas Kota Yogyakarta. Pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif mencari data sekunder dalam kurun waktu tertentu, diterapkan untuk mengidentifikasi apakah ada pengaruh kenaikan pola tarif terhadap tingkat pemanfaatan Klinik BPG Puskesmas. Sedangkan pendekatan kualitatif dengan kuesioner untuk mengetahui persepsi mutu pelayanan oleh pasien terhadap terhadap tingkat pemanfaatan setelah kenaikan pola tarif. Sedangkan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam untuk mengetahui persepsi mutu pelayanan oleh pemberi jasa pelayanan dan untuk validitas data sekunder. Unit analisis dalam penelitian ini adalah klinik Balai Pengobatan Gigi Puskesmas di Kota Yogyakarta Hasil Penelitian, koefisien elastisitas harga dari pemanfaatan tindakan medis di Puskesmas Tegalrejo dan Danurejan I :pencabutan gigi tetap (0,009;0,019), pencabutan gigi sulung (0,011;0,088), tumpatan gigi tetap (0,009;0,025), tumpatan gigi sulung (0,033;0,016), tumpatan gigi sementara (0,010;0,016), pembersihan karang gigi (-0,05;-0,003) di Puskesmas Danurejan I dan Puskesmas Tegalrejo inelastis. Karena elastisitas harga Eh < 1 (Inelastis) kenaikan pola tarif tidak berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan. Dan setelah diuji dengan t-test menunjukkan bahwa tampak ada perbedaan yang bermakna pada persepsi mutu oleh pasien klinik BPG Puskesmas dengan tingkat pemanfaatan tinggi dan tingkat pemanfaatan rendah (t=5,394;p=0,000). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pengaruh kenaikan tarif pelayanan kesehatan gigi terhadap koefisien elastisitas harga dari pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi bersifat inelastis, ada perbedaan yang bermakna pada persepsi mutu oleh pasien terhadap tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi Balai Pengobatan Gigi Puskesmas di Kota Yogyakarta, dan hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas, Dokter Gigi, dan Perawat gigi menunjukkan bahwa pengaruh kenaikan pola tarif berdampak pada penerapan sistem insentif, sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja.
The research is aimed to find out the influence of the increased-rate towards the degree of taking dental treatment/care at Dental Clinics of Health Centers in Yogyakarta City and the perception of service quality of those clinics. Methodology. The kind of research is a descriptive-analytic research employing cross-sectional method to find out the influence of independent variable towards dependent variable. The research approaches are quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach is to gather secondary data in a certain time, to identify whether or not the increased-rate influences the degree of taking dental treatment/care. Where as the qualitative approach (using questionnaire) is to find out patients’ perception of service quality towards the degree of taking dental treatment/care at Dental Clinics after the rate has increased. Others, qualitative approach using in-depth interview is to investigate paramedics’ perception of the quality service and for the validity of the secondary data. The analyzed unit of the research is Dental Clinics of Health Centers in Yogyakarta City. Result. The elasticity coefficients of taking dental treatment/care in Tegalrejo and Danurejan I Health Centers are : extraction of the permanent teeth (0.009;0.019)respectively, extraction of the baby teeth (0.011;0.088), conservation of the permanent teeth (0.009; 0.025), temporarly conservation (0.010; 0.016) , scalling (-0.05; -0.003). Because the elasticity coefficient is Eh < 1, therefore the elasticity coefficients of taking dental treatment/care in Danurejan I and Tegalrejo Health Centers are inelastic, the increased-rate does not influence the degree of taking dental treatment/care. Then, the patients’ quality perception after it is tested by t- test shows that there is significant difference between the patients’ quality perception and the high and low degrees of taking dental treatment/care at Dental Clinics (t=5.394; p=0.000). It is concluded that the influence of the increased rate in taking dental treatment/care is inelastic. There are some significant differences in patients’ quality perception towards the degree of taking dental treatment/care at Dental Clinics of Health Centers in Yogyakarta City and the result of interview among the Heads of Health Centers, Dentists and Nurses shows that the influence of the increased rate has an impact on the employment of incentive system so that it may increase the job motivation.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Balai Pengobatan Gigi,Pola Tarif, Pricing, Elasticity, Dental health service