EFEK LANJUT APLIKASI Trichoderma reesei TERHADAP Ganoderma spp. DI KAMPUS UNIVERSITAS GADJAH MADA
ERNIE JUSNIARTI, Prof.Dr. Ir. S. M.Widyastuti, M. Sc
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa di beberapa tempat di kampus Universitas Gadjah Mad~ terserang penyakit akar yang disebabkan oleh Ganoderma spp. T. reesei sebaga~ salah satu agen pengendali hayati terbukti mampu menghambat perkembangaq tubuh buah Ganoderma spp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efe~ lanjut pengarnh aplikasi T. reesei terhadap penghambatan perkembangan tubul:\ buah Ganoderma spp. di penelitian terdahulu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengulangan aplikasi T. reesei terhada~ perkembangan tubuh buah Ganoderma spp. Pengarnh penghambatan diamati pada tubuh buah Kontrol (K), tubuh, tanpa T. reesei (Ko), dan tubuh buah dengan T. reesei (KT13). Pengaruh, penghambatan T. reesei terhadap Ganoderma spp. dapat dilihat dari tiga parameter yaitu perkembangan luasan tubuh buah, kemunculan tubuh buah ba.rq Ganoderma spp., dan uji aktivitas T. reesei secara in vitro yang diamati pada 3 waktu pengamatan yaitu pengamatan pada penelitian terdahulu, pengamataq sebelum dilakukan pengulangan aplikasi T. reesei (pengamatan I) dan pengamataq setelah dilakukan pengulangan aplikasi T. reesei (pengamatan II). Hasil penelitian menunjukkan adanya penghambatan T. reesei terhadap perkembangan Ganoderma spp. Pada pengamatan I, tubuh buah KT13 mempunyai rerata kemunculan tubuh buah barn yang lebih kecil dibandingkan dengan rerata kemunculan tubuh buah Ko dan tubuh buah K. KT13 hanya mempunyai 1 kemunculan saja sementara Ko mempunyai 3 kemunculan dan K mempunyai 1 sampai 2 kemunculan tubuh buah bam. Pada pengamatan II, tubuh buah K, mempunyai rerata kemunculan tubuh buah barn yang lebih besar dibandingkan dengan rerata tubuh buah Ko dan KT13 yaitu mencapai 11 kemunculan tubuh buaq barn. Uji aktivitas T. reesei secara in vitro membuktikan bahwa T. reesei pad~ pengamatan I dan pada pengamatan II mempunyai persen daya hambat yang tid~ jauh berbeda. Besarnya persen daya hambat pada pengamatan I dan pada pengamatan II berturut-turut adalah 75% dan 78%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa selama 36 minggu atau 9 bulan aplikas, ternyata T. reesei mampu bertahan hidup dan tetap aktif melakukan penghambatan terhadap perkembangan Ganoderma spp.
Kata Kunci : T. reesei, Ganoderma spp, efek lanjut