Laporkan Masalah

Struktur dan Komposisi Tumbuhan Bawah Serta Pemanfaatannya Bagi Rusa Bawean (Axis Kuhlii) di Pulau Tanjung Cina, Kawasan Pulau Bawean.

ARIF PURWANTO , Ir. Soewarno Hasan Bahri, M.S.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Tumbuhan bawah merupakan komponen hutan yang berperan dalam mendukung keberadaan satwa eli alam agar tetap lestari. Tumbuhan bawah mempunyai peran yang sangat penting dalam menyeeliakan sumber pakan bagi satwa herbivora. Penelitian ini bertujuan mempelajari struktur dan komposisi, keanekaragaman (diversitas), kemerataan elistribusi (evenness), kekayaan jenis (richness) dan pemanfaatan tumbuhan bawah bagi Rusa Bawean (Axis kuhlii) serta karakteristik vegetasi pada berbagai zona di Pulau Tanjung Cina. Metode yang digunakan dalam mempelajari struktur dan komposisi tumbuhan bawah adalah dengan nested sampling. Pemanfaatan tumbuhan bawah sebagai sumber pakan rusa dipelajari dari hasil analisis vegetasi yang kemudian dicocokkan dengan informasi sumber pakan rusa yang sudah ada.Dntuk karakteristik vegetasi dibeibagai zona diPulau Tanjung tina menggunakan metode protocol sampling dengan menggunakan tujuh paramater, yaitu : tinggi rata-rata tajuk pohon (m), jumlahjenispohon, penutupan tajuk pohon (%), penutupan semak dan tumbuhan bawah (%), kerapatan semak (batang/Ha), volume daun semak dan tumbuhan bawah (%) dan strata tajuk. Untuk mengetahui indeks nilai penting jenis pada strata pohon dalam karakteristik vegetasi digunakan dengan metode point centered quarter. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur tumbuhan bawah di Pulau Tanjung Cina dibagi menjadi dua yaitu penyusun jenis pada strata heiha dan strata semak sedangkan komposisi jenis ditunjukan dengan indeks nilai penting (INP). INP yang tergolong tinggi pada jenis herba adalah : taliata (Lygodium circinnatum) : 67,257 %, kerinyu (Eupathorium inulifolium) : 64,889 % dan gadung (Dioscorea hispida) : 42,485 % sedangkan INP padajenis semak adalah : talioar (Panicum cordatum) : 89,178 %, jempang (Acronychia trifoliata) : 62,967 % dan gadung (Dioscorea hispida) : 62,094 %. Nilai indeks diversitas (H), indeks kemerataan (E) dan kekayaan jenis (R) yang tertinggi dari ketiga zona yang diamati, untuk jenis herba terdapat di zona I dengan nilai H : 1,371, E : 1,944 dan R : 257, sedangkan untuk jenis semak juga terdapat di zona1 dengan nilai H : 1,307, E : 1,489 dan R : 285. TUlllbuhan bawah sebagai sumber pakan rusa yang mendominasi ditunjukan dengan nilai INP tertinggi. Untuk INP tertinggi pada jenis herha adalah taliata (Lygodium circinnatum) : 67,257 % sedangkan INP pada jenis semak adalah talioar (Panicum cordatum) : 89,178 %. Zona di Pulau Tanjung Cina yang memiliki nilai INP tertinggi untuk tumbuhan bawah sebagai sumber pakan rusa terdapat di zona III yaitu : 77,241 % (strata herba) dan : 80,349 % (strata semak). Karakteristik vegetasi yang mempengaruhi dalam pengelompokan zona di Pulau Tanjung eina adalah variabel jumlah jenis pohon, tinggi tajuk dan penutupan tumbuhan bawah. Ketepatan pengelompokan zona dengankarakter vegetasi diPulauTanjung eina adalah 83,3 %, hal ini tergolong cukup tinggi karena mendekati nilai 100 %.

Kata Kunci : struktur, kokomposisi, keanekaragaman, kemerataan distribusi, kekayaan jenis, rusa bawean, zona, karakteristik vegetasi

  1. S1-2005-135369_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-135369_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-135369_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-135369_Title.pdf