JAMUR PEMBUSUK PUTIH Phanerochaete chrysosporium SEBAGAI PERLAKUAN AWAL DALAM PEMBUATAN PULP BIOSULFAT KAYU GMELINA (Gmelina arborea)
ERRIK ALBERTO, Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANMeningkatnya konsumsi pulp dan kertas harus diimbangi dengan peningkatan volume produksinya. Dalam dekade terakhir, pu1p umumnya dibuat dari kayu. Salah satu jenis kayu yang baik sebagai bahan baku pulp dan kertas adalah kayu gmelina (gmelina arborea). Proses sulfat merupakan yang paling umum digunakan dalam pembuatan pu1p. Proses ini, meskipun fleksibel dalam hal bahan baku dan kualitas pu1p dan kertas yang dihasilkan lebih baik, memiliki beberapa kelemahan seperti konsumsi energi yang tinggi dan kurang ramah lingkungan. Dalam rangka mengatasi kekurangan tersebut, telah dilakukan suatu penelitian dengan menginokulasikan jamurpembusuk putih ke chips sebelum pemasakan dalam proses sulfat. Tujuanpene1itian ini adalah untuk mengetahui apakahjamurpembusuk putihP. chrysosporium dapat digunakan sebagai perlakuan pendahuluan dalam pembuatan pulp boi su1fat kayu gme1ina; dan bagaimana kualitas pu1p yang dihasilkan. Sebuah penelitian dengan dua faktor menggunakan Rancangan Acak Lengkap dibuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Faktor pertama adalah lama inkubasi, terdiri atas 30, 45 dan 60 hari. Faktor kedua adalah lama pemasakan, terdiri atas 4 jam, 3 jam dan 2 jam. Chips yang tidak diberi perlakuan pendahuluan dengan jamur dan dimasak selama 4 jamdigunakan sebagai control. Hasilnya menunjukkan bahwa P.chrysosporium dapat digunakan sebagai perlakuan pendahu1uan dalam pembuatan pulp bio sulfat kayu gmelina. Hasilnyajuga menunjukkan bahwa inkubasi jamur ini se1ama 45 hari mengurangi lama pemasakan sebanyak 50%. Rendemen tersaring naik 27,34% dan konsumsi alkali turun 54,94% dengan bilangan kappa yang sarna dibandingkan dengan pembuatan pulp sulfat yang konvensional (konrol). Indeks Tarik, Sobek, Retak: dan Ketahanan Lipat dari lembaran pulp bio sulfat berturut-turut sebesar 54,13 N mig, 5,70 roN m2/g, 3,89 KPa m2/g dan 87,08 kali; bandingkan dengan kontrol 49,88 N mig, 5,01 roN m2/g, 3,21 KPa m2/g, dan 27,40 kali. Secara statistik mereka tidak: berbeda nyata walaupun dengan perlakuan pemasakan 50% lebih singkat. Sifat-sifat ini memenuhi persyaratan StandarNasional Indonesia dan Spesifikasi Kertas Pemerintah Amerika Serikat untuk beberapajeniskertas.
Kata Kunci : Bio sulfat, Gmelina arborea, Phanerochaete chrysosporium