Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan penggunaan lahan tahun 1990-2000 di kawasan resapan air Kabupaten Sleman
BUDIANI, Sri Rahayu, Drs. Tukiran, MA
2003 | Tesis | S2 GeografiPertumbuhan penduduk tinggi dan pembangunan fisik yang pesat di kawasan resapan air dikhawatirkan akan mengganggu fungsi kawasan sebagai daerah perlindungan air. Pengurangan luas lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mengakibatkan pengurangan air yang meresap ke dalam tanah Permasalahan tersebut mendorong dilaksanakan penelitian dengan tujuan 1) mengetahui hubungan pertumbuhan penduduk dengan perubahan penggunaan lahan, 2) mengetahui jenis proses perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian. Penelitian dilaksanakan di kawasan resapan air Kabupaten Sleman. Dipilih kawasan tersebut karena kawasan resapan air di Kabupaten Sleman merupakan penyangga air yang sangat penting di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian dilakukan dengan metode analisa deskriptif kualitatif data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk bukan pemicu utama perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian. Kampus perguruan tinggi dan pusat perdagangan dengan didukung oleh aksesbilitas yang baik merupakan faktor dominan yang mempercepat terjadinya konversi lahan pertanian ke non pertanian. Proses perluasan penggunaan lahan non pertanian merupakan wujud perkembangan kawasan. Variasi jenis perluasan tergantung pada donimasi faktor pengaruh. Keberadaan kampus perguruan tinggi dan pusat perdagangan di suatu areal membentuk proses perluasan konsentris. Jalan arteri dan atau jalan kolektor primer membentuk proses perluasan memanjang.
High population growth and rapid physical development in a recharge area can distrub the zone-functionas water-preservation. Conversion of the decreased agriculture into non-agriculture causes the decreased water absorption inside land. Based in the problem was carried out a research with some purpose 1) to identify correlation between the population growth and charge of land use, 2) to find out pattern conversion of the farmland use into non-agriculture. The research took place in recharge area of Sleman Regency. The zone was chosen because it is very important water-absorber in Province of Special Region of Yogyakarta. The research accomplished by using a method of descriptive-qualitative analysisof secondary data. The result has proved that population growth is not a main activator of change of agriculture land use into non-agriculture. Campus of college and center supported by an adequate accessibility, are dominant factors accelerating conversion of the agriculture denotes a realization of zone expansion. Variance of the expansion depends on dominance of the effect-factor. Existence of the college and trade center in an shapes a pattern of concentric expansion. The artery and/or road of primary collector shape a longitudinal expansion.
Kata Kunci : Geografi Manusia, Pertumbuhan Penduduk, Perubahan Lahan, penggunaan lahan, pusat pertumbuhan