Hubungan Responsive Feeding Ibu dengan Asupan Makan Anak Stunting Usia 2-5 Tahun di Sleman
ADISTI QAMAHADLINA L, Dr. Toto Sudargo, S.K.M., M.Kes; Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Asupan makan yang inadekuat merupakan salah satu penyebab utama kejadian stunting pada anak. Responsive feeding diketahui berhubungan dengan asupan makan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara responsive feeding ibu dengan asupan makan anak stunting usia 2-5 tahun. Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yang melibatkan 92 ibu yang memiliki anak stunting usia 2-5 tahun. Responssive feeding diukur dengan kuesioner RFPAT yang sudah divallidasi, dan asupan makan diukur dengan recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman (p<0,05). Hasil: Sebanyak 52,2% ibu memiliki praktik responssive feeding yang buruk. Kebanyakan anak tidak memenuhi 80% kebutuhan energi, karbohidrat, dan lemak sesuai dengan standar AKG, tetapi mayoritas anak (92,5%) memenuhi lebih dari 80% kebutuhan proteinnya. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara responssive feeding ibu dengan asupan makan anak stunting. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara responsive feeding ibu dengan asupan makan anak stunting. Perlu dilakukan penelitian lain yang lebih mendalam terkait interaksi ibu dan anak saat makan, praktik pemberian makan anak yang tepat, dan hubungannya dengan asupan makan anak.
Background: Inadequate food intake is one of the stunting determinant in children. Responsive feeding is related to children's food intake. Objective: This study aimed to determine the relation between maternal responsive feeding and food intake of stunting children aged 2-5 years. Methods: This study was a cross-sectional study. 92 mothers who had stunted children aged 2-5 years were participated. Responsive feeding was measured by a validated RFPAT questionnaire, and food intake was measured by 2x24 hour recall. Data were analysed using Spearman correlation test (p<0.05). Results: 52.2% of mothers had bad responsive feeding practices. Most children did not meet 80% of their energy, carbohydrate, and fat needs according to the RDA standards, but the majority of children (92.5%) met more than 80% of their protein needs. There is no statistically significant relationship between maternal responsive feeding and the stunting child's food intake. Conclusion: There is no statistically significant relationship between responsive feeding of mothers and food intake of stunting children. It is necessary to conduct other more in-depth research related to the interaction of mother and child when eating, proper child feeding practices, and its relationship with children's food intake.
Kata Kunci : responsive feeding, stunting, asupan makan, ibu, balita