Laporkan Masalah

Analisis Kesenjangan Antara Potensi, Anggaran, dan Realisasi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (Studi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo)

DWI NURUL SUARI M, Indra Bastian, Prof., Dr., M.B.A., Akt

2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesenjangan antara anggaran dan potensi, kesenjangan antara realisasi dengan anggaran, dan menganalisis strategi yang digunakan dalam meningkatkan penerimaan pendapatan pajak mineral bukan logam dan batuan di Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. Metode Penelitian - Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk menganalisis secara mendalam mengenai kesenjangan potensi, anggaran, dan realisasi pada pajak mineral bukan logam dan batuan dengan mengkaji perspektif dari sudut pandang para partisipan. Temuan - Penelitian ini dilakukakn dengan menganalisis hasil wawancara dengan delapan orang partisipan yang terlibat langsung dalam menentukan potensi, anggaran, serta penagihan atas pajak mineral bukan logam dan batuan. Penelitian ini menemukan bahwa adanya perbedaan pandangan dan asimetri informasi menyebabkan terjadinya kesenjangan antara anggaran dan potensi pajak mineral bukan logam dan batuan. Penelitian ini juga menemukan bahwa penyebab dari kesenjangan antara realisasi dan anggaran pajak mineral bukan logam dan batuan adalah menurunnya permintaan, menurunnya jumlah wajib pajak, dan kesadaran wajib pajak yang masih kurang. Kemudian, dalam meningkatkan pendapatan penerimaan pajak mineral bukan logam dan batuan, BKAD Kabupaten Kulon Progo melakukan upaya intensifikasi pajak dengan membentuk TRC dan meluncurkan aplikasi "Pajak-Ku", kemudian upaya ekstensifikasi pajak dengan sosialisasi serta koordinasi dengan instansi-instansi terkait. Originalitas - Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk memberikan gambaran mengenai penyebab adanya kesenjangan yang terjadi dalam menganggarkan dan merealisasikan pajak mineral bukan logam dan batuan. Kemudian, teori agensi digunakan untuk memberikan pemahaman mengenai asimetri informasi yang terjadi ketika melakukan penganggaran, serta teori atribusi digunakan untuk memberikan pemahaman mengenai penilaian dari kesadaran wajib pajak ketika melakukan penagihan pajak mineral bukan logam dan batuan.

Purpose - The purpose of this study is to analyze the gap between the budget and potential, the gap between the realization and the budget, and to analyze the strategies used to increase tax revenue for non-metallic minerals and rocks in the Kulon Progo Regency Government. Research Methods - The research method used in this research is a qualitative research method with case studies. This approach is chosen for an in-depth analysis of the gap between potential, budgeted, and realized tax revenue from non-metallic minerals and rocks by examining the perspectives from the participants' point of view. Findings - The findings of this study are analyzed from the results of interviews with eight participants who are directly involved in determining the potential, budgeted, and collection of taxes on non-metallic minerals and rocks. This study found that the existence of different views and information asymmetry caused a gap between the budgeted and the potential tax on non-metallic minerals and rocks. This study also found that the causes of the gap between the realized and the budgeted taxes on non-metallic minerals and rocks are the decrease in demand, the decrease in the number of taxpayers, and the lack of taxpayers' awareness. Then, in increasing tax revenues from non-metallic minerals and rocks, the BKAD of Kulon Progo Regency performs tax intensification efforts by establishing a TRC and launching the "Pajak-Ku" application, whereas tax extensification efforts are conducted by socializing and coordinating with related agencies. Originality - This research uses a case study approach to provide an overview of the causes of the gaps that occur in budgeted and realized taxes on non-metallic minerals and rocks. Then, agency theory is used to provide an understanding of the information asymmetry that occurs when performing budgeting, and attribution theory is used to provide an understanding of the assessment of taxpayer awareness when collecting taxes on non-metallic minerals and rocks

Kata Kunci : Potensi, Anggaran, Realisasi, Kesenjangan, Asimetri Informasi, Kesadaran Wajib Pajak, Strategi, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

  1. S2-2022-452282-abstract.pdf  
  2. S2-2022-452282-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452282-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452282-title.pdf