Laporkan Masalah

Sumber konflik dan potensi penerapan alternatif penyelesaian konflik (APK) dalam sengketa lingkungan hidup :: Kasus sengketa antara masyarakat Sosorladang dengan PT Inti Indorayon Utama/PT Toba Pulp Lestari di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

HUTABARAT, Tua Hasiholan, Prof.Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, ML

2003 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian ini dilaksanakan didasarkan adanya fenomena konflik lingkungan antara masyarakat Porsea, khususnya Sosorladang dengan PT Inti Indorayon Utama atau PT Toba Pulp Lestari (PT IIU/TPL). Konflik yang telah berlangsung selama 4 (empat) tahun tersebut sangat sulit untuk diselesaikan akibat adanya faktor-faktor nonrasional disamping faktor rasional yang menjadikan konflik bersifat realistik. Jadi, penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bagaimana sifat konflik nonrealistik tersebut mempengaruhi ketidakmungkinan penyelesaian dengan pendekatan Alternatif Penyelesaian Konflik (APK). Metode penelitian ini adalah penggabungan antara pendekatan survey dengan deskriptif. Alat pengumpulan data utama adalah kuesioner yang kemudian didukung dengan wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan, termasuk di lingkungan perusahaan. Data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam kemudian dianilis dengan uji korelasi sederhana kemudian didukung oleh data yang bersifat kualitatif. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwasannya dari 4 (empat) faktor rasional, hanya faktor penerimaan bantuan yang memiliki hubungan dalam pembentukan sikap masyarakat, sedangkan faktor tingkat pengetahuan, akses pada sumberdaya alam dan tingkat kerugian tidak memiliki hubungan sama sekali. Faktor-faktor irasional ternyata menunjukkan hubungan yang nyata dan faktor etnosentrisme menjadi faktor yang paling berpengaruh. Hal itu membuktikan bahwa konflik antara masyarakat dengan perusahaan merupakan konflik nonrealistik. Ketika faktor-faktor rasional dan irasional dihubungkan dengan Pendekatan APK ternyata hanya faktor irasional yang menunjukkan hasil signifikan. Hal ini menunjukkan bahwasannya ketidakmungkinan penyelesaian konflik adalah disebabkan oleh faktor irasional. Namun pengaruh sikap masyarakat terhadap APK sangat lemah sehingga membuktikan ada faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap ketidakmungkinan penyelesaian konflik.

This research was carried out based on an environmental conflict phenomenon between Porsea people especially Sosorladang and PT Inti Indorayon Utama or Toba Pulp Lestari (PT IIU/TPL). The conflict occured four years is difficult to take a solution due to some irrational factor aside from rational factor that have made the conflict realistic. Therefore, the research aims to identify how the nonrealistic conflict influences an unfeasibility of solution through an approach of Alternative Dispute Resolution (ADR). The methode used a combination between survey and descriptive approach. A main means of data collecting is questionnaire supported by deeply interviewing and directly observing in field, including in the company environment. Data derived from questionnaire and interview was analyzed by examining their correlation, then were sustained by qualitative data. Result of correlation test that the four rational factors, exactly, there is only faktor of aid acceptance that has relation in building up the societal attitude, whereas factor of knowledge level, neither accesibility to natural resource nor loss rate has relation. The irrational factor prove a real relation and etnocentric factor become a most influental factor. It proves that conflict between the inhabitant and company is nonrealistic factor. When the rational factors and irrational are combined under ADR approach, it generates a significant result. It indicates that the unfeasibility of solution is caused by irrational factor. However, the attitude influence of the society on the ADR is quite weak, thus it shows that there is another more influential factor to make the unfeasibility of conflict solution.

Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Sengketa,Penyelesaian,Masyarakat dan Industri, Conflict, Alternative Dispute Resolution (ADR), Realistic Conflict dan Nonrealistic Conflict


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.