Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Filantropi di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI
BIMA ACHMAD B N, 1. Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D. 2. dr. Jodi Christian Indra Visnu, MPH
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATPandemi COVID-19 mulai menjangkit seluruh dunia sejak tahun 2019 yang disebabkan oleh SARS CoV-2 dan ditetapkan sebagai Bencana Nasional Non-Alam. Salah satu upaya pemerintah untuk mencegah dan menurunkan angka transmisi COVID-19 yaitu dengan pembatasan aktivitas sosial. Kebijakan pemerintah dalam pembatasan sosial telah memberi dampak signifikan terhadap penurunan kunjungan rumah sakit sejak bulan Maret 2020. Berbagai upaya dilakukan oleh rumah sakit untuk bertahan di kondisi pandemi COVID-19, salah satunya dengan filantropi. RSIY PDHI mulai mengembangkan kegiatan filantropi sejak awal berdiri. Berbagai kegiatan filantropi yang saat ini dikembangkan terbagi dalam 5 kategori yaitu pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan sosial. Pengelolaan dana filantropi RSIY PDHI berasal dari zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang masuk ke RSIY PDHI Peduli. RSIY PDHI Peduli merupakan lembaga dibawah Yayasan RSIY PDHI Tujuan: Mengidentifikasi dampak pandemi COVID-19 terhadap aktivitas filantropi di RSIY PDHI dan mengeksplorasi potensi filantropi di RSIY PDHI. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden dipilih dengan cara purposive sampling. Dari masing-masing kategori responden akan dipilih sampel sebanyak 2-3 orang sampai tujuan penelitian tercapai. Analisis data penelitian dilakukan secara tematik. Hasil dan Pembahasan: Kunjungan rawat jalan dan rawat inap di beberapa RS area Sleman timur mengalami penurunan di bulan April 2020. Kondisi keuangan RSIY PDHI mengalami penurunan selama pandemi berlangsung. Dalam kegiatan filantropi RSIY PDHI terjadi penurunan jumlah infaq atau sedekah, namun jumlah zakat meningkat sejak awal terjadi pandemi. Donasi non tunai meningkat signifikan sebesar Rp 198.316.094. Total pengeluaran selama pandemi naik sebesar 160% dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan analisa lingkungan bisnis internal dan eksternal untuk menggali potensi filantropi di RSIY PDHI, strategi jangka panjang dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun kedepan RSIY PDHI Peduli akan menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional dan membuat Pelayanan atau Fasilitas Pelayanan dari Wakaf atau Zakat. Sementara dalam jangka pendek 5 (lima) tahun kedepan adalah untuk merealisasikan pembuatan poliklinik gratis bagi masyarakat tidak mampu, dan memperluas kerja sama dengan mitra RSIY PDHI dalam kegiatan filantropi. Kesimpulan: Saat pandemi terjadi kenaikan pengeluaran rumah sakit dibandingkan kondisi sebelum pandemi namun terdapat peningkatan pemasukan dalam aktifitas filantropi, terutama dari donasi non tunai. Dengan dilaksanakannya kegiatan filantropi ini meningkatkan reputasi yang baik bagi RS Islam Yogyakarta PDHI.
The COVID-19 pandemic began to spread worldwide in 2019 caused by SARS CoV-2 and was designated a Non-Natural National Disaster. One of the government's efforts to prevent and reduce the transmission rate of COVID-19 is by limiting social activities. Government policies on social restrictions have had a significant impact on the decline in hospital visits since March 2020. Various efforts are made by hospitals to survive in pandemic condition, one of which is philanthropy. RSIY PDHI began to develop philanthropic activities since its inception. Various philanthropic activities that are currently developed fall into 5 categories, namely education, health, humanity, economics, and social. The management of RSIY PDHI philanthropic funds comes from zakat, infaq, charity, and waqf that go to RSIY PDHI Peduli. RSIY PDHI Peduli is an institution under the RSIY PDHI Foundation.
Kata Kunci : Donasi; Filantropi rumah sakit; Infaq; Pandemi COVID-19; Sedekah