Laporkan Masalah

Orientasi Kewirausahaan dan Integrasi Pengetahuan Terhadap Keberhasilan Usaha Waralaba Pada Sektor Makanan dan Minuman di Indonesia: Ikatan dan Pembelajaran Eksploratif Sebagai Variabel Moderasi

ELMY NUR ROHMAH, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D.

2022 | Tesis | MAGISTER SAINS MANAJEMEN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap integrasi pengetahuan dan pengaruh integrasi pengetahuan terhadap keberhasilan aliansi strategis pada sektor makanan dan minuman. Tujuan berikutnya adalah untuk mengidentifikasi peran moderasi dari ikatan dan pembelajaran eksploratif apakah akan memperkuat atau malah akan memperlemah pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap integrasi pengetahuan, dan pengaruh integrasi pengetahuan terhadap keberhasilan aliansi strategis. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada perusahaan perusahaan sektor makanan dan minuman yang telah menerapkan usaha dengan sistem waralaba (franchise) di Indonesia. Setelah melakukan penyaringan sampel, 150 perusahaan dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pengujian. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi Theory of Entrepreneurial Agency terkait dengan pengambilan keputusan strategis bahwa agensi kewirausahaan yang terlibat dalam subkomunitas orientasi kewirausahaan ini adalah terkait dengan melihat peluang baru di lingkungan yang tidak pasti dan kemampuan untuk mendorong agensi kewirausahaan untuk memperoleh tindakan kewirausahaan yang inovatif, tindakan berani mengambil risiko, dan proaktif secara kompetitif dalam aktivitas kewirausahaan. Secara empiris, temuan pertama sekaligus memberikan jawaban atas hipotesis yang diajukan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap integrasi pengetahuan. Selanjutnya temuan empiris yang kedua adalah integrasi pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan aliansi strategis. Adapun temuan empiris yang ketiga tidak mendukung hipotesis yang diajukan bahwa ikatan tidak dapat memoderasi pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap integrasi pengetahuan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa ikatan akan memperlemah pengaruh antara orientasi kewirausahaan terhadap integrasi pengetahuan. Namun, berbeda halnya dengan peran moderasi dari variabel pembelajaran eksploratif yang mendukung hipotesis yang diajukan bahwa pembelajaran eksploratif dapat memoderasi pengaruh integrasi pengetahuan terhadap keberhasilan aliansi strategis. Penelitian ini memberikan arahan untuk penelitian selanjutnya agar dapat dilakukannya penelitian serupa pada sektor industri yang berbeda dan variabel moderator lain yang berbeda, karena penelitian ini tidak berhasil mengukur efek moderasi dari ikatan. Hal ini dimaksudkan agar penelitian selanjutnya dapat menangkap pengaruh yang berbeda dan hasil analisis yang lebih kuat pada konteks penelitian orientasi kewirausahaa, integrasi pengetahuan dan keberhasilan aliansi strategis.

This study aims to analyze the effect of entrepreneurial orientation on knowledge integration and the effect of knowledge integration on the success of strategic alliances in the food and beverage sector. The next objective is to identify the moderating role of bonding and exploratory learning whether it will strengthen or weaken the effect of entrepreneurial orientation on knowledge integration, and the effect of knowledge integration on the success of strategic alliances. Data collection was carried out by distributing questionnaires to companies in the food and beverage sector that had implemented a business with a franchise system in Indonesia. After screening the sample, 150 companies were declared eligible to be used in the testing process. The findings of this study confirm the Theory of Entrepreneurial Agency related to strategic decision making that entrepreneurial agency involved in this entrepreneurial orientation subcommunity is associated with seeing new opportunities in an uncertain environment and the ability to encourage entrepreneurial agencies to acquire entrepreneurial actions that are innovative, bold actions take risk, and being competitively of entrepreneurial activity. Empirically, the first finding also provides answers to the proposed hypothesis that entrepreneurial orientation has a significant effect on knowledge integration. Furthermore, the second empirical finding is that knowledge integration has a significant effect on the success of strategic alliances. The third empirical finding does not support the proposed hypothesis that bonding cannot moderate the effect of entrepreneurial orientation on knowledge integration. In simple terms, it can be explained that the bond will weaken the influence of entrepreneurial orientation on the integration of knowledge. However, this is different from the moderating role of the exploratory learning variable which supports the proposed hypothesis that exploratory learning can moderate the effect of knowledge integration on the success of strategic alliances. This study provides direction for further research so that similar studies can be carried out in different industrial sectors and other different moderating variables, because this study failed to measure the moderating effect of bonding. It is intended that further research can capture the different influences and results of a stronger analysis in the context of research on entrepreneurial orientation, knowledge integration and the success of strategic alliances.

Kata Kunci : entrepreneurial orientation, strategic alliance success, knowledge integration, food and beverage companies, medium-sized companies with a franchise system.

  1. S2-2022-447894-abstract.pdf  
  2. S2-2022-447894-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-447894-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-447894-title.pdf