Laporkan Masalah

PENGARUH POSISI AKSIAL DAN RADIAL TERHADAP KOMPONEN KIMIA KAYU KENARI (Canarium maluense BI.) DARI PULAU HALMAHERA

Emy Latuconsina, Dr. Ir.J.P. Gentur Sutapa, M.Sc.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Menipisnya cadangan sumber bahan baku kayu untuk industri perkayuan di negeri kira, adalah salah sam alasan yang mendoroug dilakukannya penelitian sifat kimia terhadap kayu-kayu jenis lain yang kurang penggunaannya retapi sudah dikenal oleh masyarakat (lesser used species) .. Kayu kenari sebagai salah sam jenis lesser used species diharapkan dapar memberikan peluang dalam mengoptimalkan efisiensi bahan baku kayu. Tujuan dari penelirian ini adalah untnk mengetahni komponen kunia kayu gnbal dan teras, temtama selulosa, lignin dan ekstraktif dari ksyu kenari dan untuk mengetahui variasi aksial dan radial terhadap kornponen kimia pacta bagian pangkal, tengah dan ujung dan kayutersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sub sampel yang disusun secara fakrorial dengan dua faktor pedakuan danjumlah sampel yang sama, Dna faktor tersebut adalahposisi aksial dan posisi radial yang akan dianalisis dengan uji F dan lUi lanjut HSD untuk mengetahui faktor-faktor mana yang memberlkan pengaruh nyata, Posisi aksial melipnti pangkal, tengall, dan lUlIng sedangkan posisi radial meliputi teras dan gubal, Penelitiankimia kayumengikuti standar ASTM. Dan basil penelitian kimia kayu kenari didapatkan hasil sebagai berikut: nilai rerata kadar ekstraktiflarut dalam air dingin 3,684%, unmk ekstraktiflarut dalam air panas 0,944% dan ekstraktiflarut dalam alkohol bensen 3,973%. Nilai rerata holoselulosa 80,043% sedangkan alfa selnlosa 54,324%. Nilai terata pentosan 16,816% sedangkan lignin 36,311% dan kadar abu sebesar 0,148%. Posisi aksial memberikan pengarnh yang sangat berbeda nyata pada ekstraktif larut dalam air panas, ekstraktif larut dalam alkohol bensen, holoselulosa, alfa selulosa, dan kadar pentosan. Posisi radial memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata pada kadar ekstrakrif larur dalam air panas dan holoselulosa, Interaksi antara posisi aksial dan radial memberikan pengamh yang sangat berbeda nyata pada kadar ekstraktiflarut air panas, ekstraktiflarut dalam alkohol bensen, dan holoselulosa,

Kata Kunci : posisi aksial dan radial, kadar ekstraktif, holoselulosa, alfa selulosa, pentosan, lignin, dan kadarabu

  1. S1-2005-135661_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-135661_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-135661_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-135661_Title.pdf