Laporkan Masalah

PERSEPSI PETANI TERHADAP GANGGUAN KERA EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI LAHAN PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA JETIS, KEC. SAPTOSARI, KAB. GUNUNG KIDUL)

NATALIA KURNIA DEWI, Ir. Lies Rahayu W. F, M. P.

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Manusia merupakan faktor penyebab munculnya berbagai masalah ekologi, terutama melalui kegiatan eksploitasi hutan dan perusakan lingkungan. Rusaknya habitat asli akan menyebabkan kera ekor panjang melakukan pergerakan untuk menyesuaikan dan memanfaatkan keadaan lingkungannya agar dapat hidup dan berkembang biak secara normal. Kera akan bergerak ke tempat-tempat yang menyediakan sumber makanan, air, dan kebutuhan hidup yang lainnya. Adanya kera di lahan pertanian menimbulkan berbagai masalah, sehingga untuk beberapa hal sering menjadi hama tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi petani sekitar habitat kera ekor panjang yang merasa terganggu karena serangan kera di lahan pertanian mereka. Metode pemilihan lokasi penelitian dengan purposive sampling dan metode pengumpulan data dengan random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara dengan responden (dalam hal ini adalah petani pemilik maupun penggarap lahan) secara acak; pengamatan langsung di lapangan dengan mengukur luas kerusakan lahan akibat serangan kera; pengamatan kondisi umum daerah penelitian; dan wawancara dengan petani lain yang dijumpai di lahan pertanian mereka yang dapat digunakan sebagai data penguat hasil penelitian. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah bahwa persepsi petani terhadap gangguan kera ekor panjang adalah keberadaan kera dengan kategori merugikan sebesar 83,33% dimana bentuk gangguan kera adalah memakan sekaligus merusak tanaman pertanian dan merusak tanaman tanpa memakannya, sedang sisanya dengan kategori keberadaan kera adalah biasa-biasa saja sebesar 16,66% petani. Besar kerusakan di lahan pertanian yang diakibatkan oleh serangan kera dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu kategori kerusakan besar (lebih dari 2/3 luas lahan rusak bahkan habis), kategori / kerusakan sedang (kerusakan antara 2/3-1/3 luas lahan yang digarap), dan kategori kerusakan kecil (jumlah kerusakan kurang dari 1/3 luas lahan). Sebesar 41,66% petani mengalami kerusakan lebih dari 2/3 luas lahannya, 37,51% petani mengalami kerusakan sedang, dan sisanya sebesar 20,83% petani mengalami kerusakan kecil di lahan pertanian yang mereka garap.

Kata Kunci : habitat, pergerakan, persepsi, kera ekor panjang.

  1. S1-2005-139950_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-139950_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-139950_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-139950_Title.pdf