KAJIAN POTENSI EKOWISATA HUTAN MANGROVE SEGARA ANAKAN KABUPATEN CILACAP, PROPINSI JAWA TENGAH
SUDARTONO SURSETYA WIYONO, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandelli, M.S.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANEkowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi untuk memulihkan kerusakan hutan dan mengembalikan peran masyarakat. Ekowisata tidak mengeksploitasi alam melainkan menggunakan jasa alam dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan, fisik dan psikologis wisatawan. Kawasan yang memiliki potensi adalah hutan mangrove yang dapat ditemui di laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap. Dibutuhkan upaya mempertahankan fungsi ekologi dan sosial ekonomi hutan mangrove Segara Anakan atas dasar pemikiran tersebut maka penelitian dilaksanakan dengan judul Kajian Potensi Ekowisata Rutan Mangrove Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi dan daya tarik ekowisata hutan mangrove Segara Anakan, merumuskan strategi pengembangan ekowisata dan membuat perencanaan jalur intrepetasi alam Rutan Mangrove Segara Anakan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Purposive Sampling Method dan untuk mendapatkan data potensi geofisik, biotik dan sosial budaya digunakan metode penelitian, yaitu : metode Leopold dan Beuraeu ofLandand Management, metode transek kuadrat, metode Spot Check dan metode kuisoner. Potensi geofisik hntan mangrove Segara Anakan hasil analisa didapatkan kenyataan memiliki kualitas tinggi sebagai obyek dan daya tarik ekowisata di kawasan Karangbolong dan Ranca babakan - Pasir putih. Keadaan biotik memiliki potensi tinggi dilihat dari keunikan perakaran .dan kelangkaan vegetasi, status fauna langka dan dilindungi serta kemelimpahan biota perairan di tanah timbul Desa Klaces I, Utara Sungai Kembangkuning, Belanakan dan Bayangawel. Potensi sosial budaya masyarakat berupa pelaksanaan kegiatan budaya Sedekah Laut yang dilaksanakan oleh nelayan Segara Anakan. Potensi aksesibilitas berupa alat angkut dan ~alur transportasi menuju hutan mangrove Segara Anakan sudah memadai. Ketersediaan potensi sarana dan prasarana masih sangat lemah dimana pengembangannya dapat dilakukan di tanah timbul Desa Klaces II. Potensi masyarakat dalam mendukung pengembangan ekowisata sangat besar. Strategi pengembangan ekowisata yang dapat diusulkan bempa : pengembangan obyek dan daya tarik ekowisata, pengembangan sarana dan prasarana ekowisata, pengetnbangan Aksesibilitas kawasan dan Pengembanganjalurintrepetasi alam.
Kata Kunci : ekowisata, hutan mangrove, potensi, obyek dan daya tarik ekowisata