VARIASI SIFAT KIMIA PADA TIGA UMUR DAN LETAKAKSIAL KAYU Acacia auriculiformis A. Cunn, ex. Benth DARI HUTAN RAKYAT NGLIPAR, GUNUNGKIDUL
ROSI MAULINA , Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M. Agr.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerkembangan industri kayu menuntut ketersediaan bahan baku kayu yang berkesinambungan. Ketika hutan alam tidak dapat diandalkan lagi sebagai satusatunya sumber bahan baku, alternatiflain adalah hutan tanaman dan hutan rakyat yang semakin banyak didukung karena manfaatnya yang cukup besar. Perluasan dari penggunaan kayu kurang dikenal dan kurang digunakan dapat dijadikan alternatif pendukung bagi pemecahan masalah ketersediaan bahan baku tersebut. Penggunaan kayu hendaknya efektif dan efisien dengan mengetahui sifat-sifat dasamya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kandungan kimia kayu akasia (Acacia auricttlifOrmis A. Cunn. ex. Benth) yang tumbuh di hutan rakyat Nglipar, Gunung Kidul serta pengaruh perbedaan umur dan letak aksialkayu juga interaksi keduanya terhadap kandungan kimia kayu. Metode penelitian berupa rancangan acak lengkap disusun secara faktorial dengan dua faktor, yaitu umur dan letak aksialkayu. Analisis dilakukan dengan uji F dan uji lanjut Tukey untuk mengetahui faktor mana yang memberikan pengaruh nyata, Tiga aras pada umur meliputi 5 tahun, 10 tahun dan 15 tahun sedangkan aras pada kedudukan aksial adalah pangkal, tengah dan ujung. Pengujian kandungan kirnia kayu mengikuti standar prosedur dari American Sociery for Testing andMaterial (ASTM) dan TAPPI (TechnicalAssociation ofPtt/p andPaper Industries). Dari hasil pengujian analisis kimia kayu akasia didapatkan hasil sebagai berikut: interaksi kedua faktor tidak berbeda secara nyata dalam kadar kandungan kimia kayu. Nilai rata-rata kadar air adalah 11,48%; nilairata-rata kadar ekstraktif larut air dingin 7,13%; nilai rata-rata kadar ekstraktif larut air panas 8,15%; nilai rata-rata kadar ckstraktif larut ethanol-toluene 10,30%; nilai rata-rata kadar holosclulosa 81,41%; nilai rata-rata kadar alfasclulosa 59,58%; nilai rata-rata kadar pentosan 10,41%; nilai rata-rata kadar lignin 25,82%; nilai rata-rata kadar kc1arotan dalam NaOH 1% adalah 39,90% dan nilai rata-rata kadar abu 1,30%. Kedua faktor secara tunggal juga tidak berbeda secara nyata dalam kadar kandungan kimia kayu,
Kata Kunci : Acacia, ekstraktif, boloselulosa,alfaselulosa, pentosan, lignin, abu; kayu arang , hutan rakyat