Mendedah Hutan Rakyat Secara Sosiologis
YULI SUSANTO , Ir, San Afri Awang, MSc
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan hutan rakyat di Desa Morang perlu dikritisi lebih lanjut sesuai konteks dan latamya, Tujuan penelitian adalab untuk mengetahui aktivitas masyarakat dalam hutan rakyat, pengaruh kepemilikan laban masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat, snmber ekonomi atau pendapetan masyaraka di desa, dan peranan kelembagaan dalampengelolaanhutanrakyat di desa, Penelitian ini dilaksanakan di DesaMorang Kecamatan KareKabupaten Madiun, Propinsi Jawa Timur. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metodepenelitiankualitatiffenomenologi. Pengumpulaa atanpengembilan data dalam metode ini dilakukan dengan observasi partisipan dan wawancara bebas, Wawancara dilaknkan terhadap informan kunci yaitu orang-orang amu lembaga yang terkait dalam pengelolaanhutanrakyatdi DesaMorang. Hasil penelitiandapat diuraikan sebagai berikut: 1) aktivitas utama masyarakat desa dalam hutan rakyat yaitu mengelolaan hutan itu sendiri, mengambil rencek untuk kayu bakar; hijanan makan temak (HMT) untuk pakan temak; dan kebutuhan akan somber pangan yang membuat semakin jelas keterkaitan interaksi masyarakat dengan hutan. 2) kepemilikan laban saagat herpengaruh terhadap pengelolaan bulan rskyat, masyarakat cenderung menghutankan lahannya ketika memiliki laban yang sempit, sedangkan masyarakat dengaa kepemilikan laban yang luas cenderung mengolahuntuk budidaya pangan dan sebagian lahannya dihutankan agar selain mendapatkan hahan pangan mereka juga memi1iki tabungan dan tanaman hutannya. 3) pendapatan utama masyarakat Morang untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari adalah hasil pertanian, petemakan, hasil taaaman kayu (jati) dallburuh tam. Tindakan penyelamatan lain yang dilakukan masyarakat untuk memeauhi kebutuhan mdup dengan kesja sambilan, arisan, simpan-pinjam (butang), merantau dan usaha lain (wirausaha), 4) kisah keberhasilan pengelolaan hutan rakyat di Desa Morang sangat ditentukan oleh pengalaman dan kesabaran masyarakamya, namun keberhasilan ini tidak diimbangi dengan kontrihusi peranpemerintah desaatan lokal ataupun perankelembegaan yang ada di Desa Morang dalam poogelolaan hutan rakyat, Kelembagaan yang telah teroontuk belum maksimal dalam hutan rakyat dan sifatnya masih sebatas terhadap hadirnya program saja.
Kata Kunci : hutan rakyat, Desa Morang, fenomenologi, sosiologi