Laporkan Masalah

Social Capital and Village-Based Social Security Campaign: A Study in Lerep Village and Hessa Air Genting Village

YUDHA PRASETYA, Prof. Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.

2021 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGI

Rendahnya jumlah partisipasi pekerja informal dalam skema jaminan sosial ketenagakerjaan, mendorong BPJAMSOSTEK memprakarsai kampanye desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan untuk menutup kesenjangan kepesertaan cakupan sektor informal, khususnya di daerah pedesaan. Desa Hessa Air Genting di Kabupaten Asahan dan Desa Lerep di Kabupaten Semarang dipilih untuk penelitian ini karena menunjukkan kontribusi yang signifikan di antara 201 desa yang ikut serta pada tahun 2018. Desa Lerep memiliki inovasi terbaik dalam menjangkau pekerja informal melalui penggunaan bank sampah, sedangkan desa Hessa Air Genting memiliki implementasi regulasi terbaik dalam menjalankan program ini. Studi ini menganalisis bagaimana modal sosial bekerja sebagai pendorong keberhasilan perluasan cakupan pekerja informal dalam kampanye desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan dan mengambil pelajaran dari praktik yang baik dari desa Hessa Air Genting dan desa Lerep untuk diadaptasi ke dalam program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi modal sosial di desa Lerep dan Hessa Air Genting serta keterkaitan antara modal sosial dan jaminan sosial untuk meningkatkan cakupan sektor informal. Awalnya, penelitian ini dilakukan dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pemangku kepentingan utama. Namun, munculnya pandemi COVID-19 menjadi tantangan signifikan bagi kelangsungan studi karena diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kemudian, sebagai akibat dari kendala tersebut, dilakukan analisis data sekunder untuk mengumpulkan data dengan meninjau makalah, laporan, data resmi dan statistik dari BPJAMSOSTEK, BPS, ILO, dan penelitian akademis tentang pendekatan berbasis desa dan modal sosial. Studi ini menggunakan perspektif Woolcock dan Narayan tentang modal sosial dalam bentuk pandangan sinergi untuk menjelaskan interaksi yang terjadi di antara aktor yang berbeda untuk mempromosikan kampanye jaminan sosial berbasis desa. Studi ini menemukan bahwa pemanfaatan modal sosial seperti kepercayaan dan jejaring sosial, pemberdayaan adat istiadat setempat, sinergi berbagai aktor, dan peran tokoh masyarakat telah berhasil meningkatkan partisipasi dan kesadaran akan pentingnya dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pekerja informal di daerah pedesaan. Desa Lerep berhasil merekrut 1500 tenaga kerja informal sebagai peserta BPJAMSOSTEK melalui program ini, sedangkan Desa Hessa Air Genting memiliki 2000 tenaga kerja informal yang menjadi peserta. Akibatnya, implikasi dari program ini adalah pekerja informal di perdesaan mengetahui dan mau mendaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Studi ini menyarankan agar desa lain dapat mereplikasi terobosan serupa dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi sumber daya mereka dan menggabungkannya dengan pemahaman lokal. Pemerintah desa dapat mendorong pemerintah daerah untuk membuat surat edaran dan peraturan tentang integrasi pekerja informal ke dalam sistem jaminan sosial. Selanjutnya, membentuk keagenan Perisai dalam hal keberlanjutan dan pertumbuhan keanggotaan.

Given the low number of informal workers participating in the employment social security scheme, BPJAMSOSTEK initiated the village-based social security campaign (desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan) to close the informal sector�s coverage gap, particularly in rural areas. The villages of Hessa Air Genting in Asahan Regency and Lerep in Semarang Regency were chosen for this study because they demonstrated the most impressive improvement among the 201 villages that contributed in 2018. Lerep village has the best innovation in reaching out to informal workers through a waste bank or bank sampah, while Hessa Air Genting village has the best regulatory implementation in putting this program into action. This study analyses how social capital works as a driver of the successful expansion of informal workers coverage in village-based social security campaigns and adopt lessons learned from the good practices from Hessa Air Genting village and Lerep village to be adapted into this program. This study aims to explore social capital in Lerep and Hessa Air Genting villages and the linkage between social capital and social security to boost informal sector coverage. Initially, this study was conducted with primary data acquired through interviews with key stakeholders. However, the emergence of the COVID-19 pandemic poses a significant challenge to the study�s viability due to enacting a large-scale social restrictions policy. Then, as the result of these constraints, the secondary data analysis is carried out to collect the data by reviewing papers, reports, official data and statistics from BPJAMSOSTEK, BPS, ILO, and academic research on village-based approaches and social capital. This study employs Woolcock and Narayan�s perspective on social capital in the form of a synergy view to explain the interactions that occur amongst different actors to promote the village-based social security campaign. This study found that leveraging social capital such as trust and social networks, the empowerment of local customs, synergy between various actors, and the role of community leaders have succeeded in increasing participation and awareness about the importance and benefits of employment social security among informal workers in rural areas. Lerep Village succeeded in recruiting 1500 informal workers as BPJAMSOSTEK participants through this program, while Hessa Air Genting Village had 2000 informal workers who became participants. As a result, the implication of this program is that informal workers in rural areas are aware of and willing to register in employment social security programs. This study suggests that other villages can replicate similar breakthroughs by collecting and identifying their resources and combining them with local understanding. Village governments can encourage local governments to enact circulars and regulations concerning the integration of informal workers towards the social security system. Furthermore, establishing a Perisai agency in terms of sustainability and membership growth.

Kata Kunci : informal workers, social security, village-based, social capital

  1. S2-2021-449304-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449304-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449304-tableofcontents.pdf  
  4. S2-2021-449304-title.pdf