Hubungan sikap terhadap penundaan usia perkawinan, norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan
SAKDIAH, Elok Halimatus, Dr. Endang Ekowarni
2003 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dan norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan. Penelitian ini secara khusus mengaplikasikan Teori Perilaku Beralasan yang dikemukakan oleh Ajzen Fishbein dalam memahami penundaan usia perkawinan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan subyek penelitian purposive sampling. Subyek penelitian terdiri dari 200 mahasiswi Universitas Gadjah Mada, berusia 21-24 tahun, belum menikah dan belum bekerja. Data mengenai sikap terhadap penundaan usia perkawinan, norma subyektif dan intensi penundaan usia perkawinan dperoleh melalui tiga angket tertutup. Data dianalisis dengan menggunkan korelasi product-moment Pearson, korelasi parsial dan analisis regresi Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) ada hubungan positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia perkawinan (r= 0,4904; p <0,01); (2) ada hubungan positif dan sangat signifikan antara norma subyektif dengan intensi penundaan usia perkawinan (r= 0,5260; p < 0,01)
This Study examined the relationship between attitude toward delayed marriage and subjective norm and delayed marriage intention. In particular, this study applied the Fishbein and Ajzen’s Theory of Reason Action to investigate the behavior intention of delayed marriage. The study employed purposive sampling technique. The subject were 200 single and unemployed female students of Gadjah Mada university aged from 21 to 24 years old. The data for attitude toward delayed marriage, subjective norm and delayed marriage intention were collected by using third closed questionnaires and were analyzed by using Pearson product-moment, partial correlation, and regression analysis. The results showed that (1) there was a very significant and positive correlation between attitude toward delayed marriage and delayed marriage intention (r=0,4904; p< 0,01); (2) there was a very significant and positive correlation between subjective norm and delayed marriage intention (r=0,5260; p<0,01)
Kata Kunci : Sikap Remaja,Penundaan Usia Perkawinan, Attitude toward delayed marriage, Subjective norm, Delayed marriage intention