Laporkan Masalah

Kritik filsafat eko-feminisme terhadap konsep kepemimpinan suami dalam keluarga

FATIMAH, Siti, Prof.Dr. H. Lasiyo, MA.,MM

2003 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Sistem patriarkhi yang dipraktekkan dalam berbagai kalangan masyarakat mengukuhkan konsep kepemimpinan suami dalam keluarga. Persoalan muncul ketika konsep tersebut menimbulkan tindak ketidakadilan terhadap perempuan dalam budaya patriarh. Masalah ini memicu lahirnya gerakan feminisme , termasuk juga eko- feminisme yang memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Tesis ini bertujuan mengkaji htik eko-feminisme terhadap konsep kepemimpinan suami dalam keluarga dan konsep kepemimpinan alternatif yang ditawarkan eko-feminisme. Eko-feminisme mengangkat tiga topik utama, yaitu, pola hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, juga manusia dengan alam. Prinsip prinsip dasar &lam metodolog penalarannya adalah kesatuan, keutuhan, keharmonisan dalam kebersamaan. Dalam mengkaji konsep kepemimpinan suami, topik yang relevan adalah pola hubungan antara manusia dengan manusia, yang ketika direfleksikan secara kritis akan menjadi bagian dari kajian filsafat sosial. Metode yang digunakan disini adalah analisis kntis yang melibatkan interpretasi dan pengujian data secara kritis. Prinsip-prinsip dasar penalaran tesis ini, kritik eko-feminisme terhadap konsep kepemimpinan suami dalam keluarga, khususnya di Indonesia. Kelemahan konsep kepemimpinan suami ini adalah ketidakmampuannya untuk menciptakan pola hubungan yang harmonis antara suami dan istri. Istri selalu ditempatkan pada posisi subordinat sehingga ia tidak bebas mengekspresikan dirinya sendiri sebagai seorang manusia. Eko- feminisme menawarkan konsep kepemimpinan yang menempatkan kualitas feminin sebagai dasar kepemimpinannya. Konsep kepemimpinan alternatif ini sangat menghargai sikap-sikap demokratis dalam bentuk pembagian kekuasaan secara proporsional antara suami dan istri.

Patriarchichal system practised in many societies confirm the concept of husband leadership in the family, including in the form of legal acts. Problem arises as that concept gives birth to the injustice conduct to women in pratriarchichal culture. This problem triggers the natal of feminist movement, including the eco-feminism fighting for justice for women. Ths thesis aims to study the criticism of eco-feminism against the concept of husband leadership in the family and the alternative leadership concept ecofeminism offers. Ecofeminism concerns about three main topics, i.e. the relationship pattern between human being and God, human and human, also human and the nature. The fundamental principles in its methodology of reasoning are the unity, integrality, and harmony in wholeness. In studying the concept of husband leadership, the relevant topic is the relationship pattern between human and human, that when reflected critically will become the part of social philosophy study. Method used here is critical analysis involving the interpretation and critical evaluation of data. Due to its fundamental principles of reasoning, eco-feminism criticize the concept of husband leadership in the family, especially, in Indonesia. The weakness of the concept is its unability to create the harmonic relationship pattern between husband and wife. The wife is always placed in subordinate position that she is not free to express herself as a human being. Eco-feminism offers the concept of leadership that place feminin quality as the base of leadership. This alternative leadership concept highly value the democratic attitudes in the form of proportional power sharing between husband and wife

Kata Kunci : Filsafat,Kepemimpinan Keluarga,Kritik Eko Feminisme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.