HUBUNGAN PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR ANAK USIA 12-23 BULAN (ANALISIS DATA SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2017)
INDRI FARADITA, dr. Mei Neni Sitaresmi, SpA(K),PhD ; Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Secara global cakupan imunisasi pada anak mengalami penurunan dari 86% pada tahun 2019 menjadi 83% pada tahun 2020. Diperkirakan sebesar 23 juta anak di bawah usia satu tahun tidak menerima imunisasi dasar lengkap. Cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan baru mencapai 65%. Cakupan ini gagal mencapai target RENSTRA sebesar 93%, bahkan menurun jika dibandingkan dengan hasil SDKI 2012. Anak usia 12-23 bulan yang tidak mendapatkan imunisasi bahkan meningkat dari tahun 2013 (8,7%) menjadi (9.2%) pada tahun 2018. Cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal K4 sebesar 77%. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 91%. Cakupan kunjungan PNC mencapai 87% pada tahun 2017, namun mengalami penurunan menjadi 85% pada tahun berikutnya. Masih terdapat disparitas antar provinsi dan kabupaten yang cukup besar terkait pemanfaat layanan kesehatan maternal Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan kesehatan maternal dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia 12-23 bulan di Indonesia tahun 2017. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional menggunakan data SDKI 2017. Subyek penelitian ini adalah anak terakhir usia 12-23 bulan sebanyak 3.398 sampel diperoleh setelah mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Aanalisis data dilakukan dengan menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 61.4% anak Indonesia usia 12-23 bulan mendapat imunisasi dasar lengkap. Faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap adalah pelayanan antenatal care, penolong persalinan, pelayanan nifas, urutan kelahiran, pendidikan ibu, pendidikan ayah, wilayah geografis dan indeks kekayaan. Sedangkan pekerjaan ibu, umur ibu, jenis kelamin anak dan tempat tinggal tidak berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar Kesimpulan: Pelayanan kesehatan maternal yang terdiri dari pelayanan antenatal care selama kehamilan, persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan postnatal care mempunyai peran penting dan berhubungan secara signifikan dengan peningkatan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan di Indonesia.
Background: Globally, immunization coverage in children has decreased from 86% in 2019 to 83% in 2020. An estimated 23 million children under the age of one are not receiving basic immunizations. The low coverage of complete basic immunization for children aged 12-23 months is caused by several factors, one of the important factors is maternal health services. Objective: The study aims to the correlation between maternal health services and complete basic immunization Indonesia for children aged 12-23 months. Method: This type of research is a quantitative study with a Cross-Sectional. The subjects of this study were women of childbearing age who have children aged 12-23 months. A total of 3,398 samples were obtained after considering the inclusion and exclusion criteria. The data were analyzed using chi-square and logistic regression. Result: Based on the 2017 IDHS, 61.4% of Indonesian children aged 12-23 months received complete basic immunization. Factors related to the completeness of complete basic immunization are antenatal care services, birth attendants, postnatal care services, birth order, mother's education, father's education, geographic area, and wealth index. Meanwhile, the mother's occupation, age, child gender and residence were not related to the completeness of basic immunization. Conclusion: Maternal health services, which consist of antenatal care services during pregnancy, delivery by health workers, and postnatal care services have an important role and are significantly related to the increase in complete basic immunization in children aged 12-23 months in Indonesia.
Kata Kunci : Imunisasi dasar, Pelayanan kesehatan maternal, SDKI 2017