Laporkan Masalah

ANALISIS STRATEGI BISNIS ANCILLARY PT CITILINK INDONESIA

DHEA AMALIA, Nofie Iman Vidya Kemal, S.E., M.Sc., Ph.D.,

2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesenjangan antara target dan realisasi dari indikator kinerja unit bisnis ancillary Citilink Indonesia, selanjutnya disebut ancillary, dengan indikator kinerja (1) kontribusi pendapatan ancillary terhadap total pendapatan Citilink Indonesia dan (2) rata-rata pendapatan produk ancillary per penumpang. Evaluasi tersebut ditetapkan sebagai dasar untuk merumuskan dan menetapkan alternatif strategi pengembangan bisnis yang dilihat dari kondisi internal dan eksternal Citilink Indonesia. Urgensi penelitian ini menjadi tinggi karena kebutuhan Citilink Indonesia untuk menjadikan pendapatan ancillary sebagai laba bersih bagi Citilink Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan alat analisis kesenjangan, alat analisis SWOT, dan QSPM. Untuk menganalisis kesenjangan dan untuk mengetahui faktor internal Citilink indonesia, data dikumpulkan melalui metode wawancara kepada manajemen Citilink Indonesia. Sedangkan untuk mengetahui faktor eksternal, data dikumpulkan melalui metode survei kepada masyarakat umum. Diketahui bahwa besarnya kesenjangan indikator kinerja pertama sebesar 2%, dan indikator kinerja kedua sebesar Rp 17.000,-. Kesenjangan tersebut ditetapkan sebagai dasar untuk dilakukan evaluasi respon strategi yang dijalankan saat ini terhadap faktor internal dan eksternal. Evaluasi tersebut menggunakan Matriks IE dengan koordinat yang didapat dari Matriks IFE dan Matriks EFE. Nilai koordinat untuk faktor internal dan eksternal, masing-masing adalah 2,929 dan 2,243. Dengan begitu, koordinat tersebut mengindikasikan bahwa respon strategi ancillary saat ini berada pada Kuadran V, yakni strategi menjaga dan mempertahankan. Besarnya nilai faktor internal mengindikasikan bahwa strategi yang dijalankan saat ini sudah mengarah ke tumbuh dan membangun. Selanjutnya, hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar perumusan alternatif strategi menggunakan Matriks SWOT. Terdapat 7 alternatif strategi yang akan ditetapkan prioritasnya menggunakan alat analisis QSPM. Hasil dari analisis tersebut, strategi dengan nilai daya tarik tertinggi sebesar 6,57 adalah strategi pengembangan aplikasi ponsel dan/atau situs web Citilink Indonesia sebagai e-commerce untuk tiket pesawat, produk ancillary, dan retail kebutuhan perjalanan seperti hotel dan alat transportasi.

This research is focused on identifying the performance gap in Citilink Indonesias business unit, ancillary. The performance indicator evaluated are (1) ancillary sales contribution to total sales of Citilink Indonesia, and (2) average ancillary sales per pax. The evaluation became the basis in formulating and stipulating alternative strategy, with consideration to internal and external conditions of Citilink Indonesia. The urgency of this research is due to the needs of Citilink Indonesia to set companys profit from ancillary sales. This research uses analysis tools such Gap Analysis, SWOT Analysis, and QSPM. In order to start the analysis, the first data collected is internal factors by interviewing Citilink Indonesias management. Then begin collecting external factors data from survey on passenger needs during traveling using an airline. From the internal data collected, known that the gap for the 1 indicator is 2% and for the 2 st indicator is Rp 17.000. The gap indicated that management should evaluate the strategys response to external factors. First of all, the internal and external factors must be listed down in IFE Matrix and EFE Matrix. Then the strategy evaluation uses IE Matrix that shows coordinate from internal factors (2,929) and external factors (2,243). The coordinate located on 5 nd quadrant that shows whether the current strategy leads to grow hold and maintain. Yet, the coordinate show that the internal factors can lead ancillary to 4 th quadrant, grow and build strategy. Hence, the strategy formulation using SWOT Analysis and strategy stipulate using QSPM, will be based on the evaluated strategy. There are 7 alternative strategies with the highest attractiveness score is 6,57. Thus, the stipulated strategy is developing mobile application and/or website of Citilink Indonesia to become e-Commerce for airline ticket, ancillary product, and other traveling needs such hotel and transportation.

Kata Kunci : Gap Analysis, SWOT Analysis and QSPM, Ancillary

  1. S2-2022-452663-Abstract.pdf  
  2. S2-2022-452663-Bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452663-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452663-Title.pdf