Laporkan Masalah

Analisis Potensi Pengembangan Model Pelayanan Terpadu Pra-Konsepsi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Sleman

MATSNA HANIIFAH, Dr.rer.nat.dr. Bernadette Josephine Istiti Kandarina ; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Stunting dapat disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada wanita pra-konsepsi sehingga menjadi salah satu kelompok sasaran penting pencegahan stunting. Sebagai upaya pencegahan stunting maka diusulkan inisiasi pengembangan model pelayanan terpadu pra-konsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi yang ada di Kabupaten Sleman untuk pengembangan model pelayanan terpadu pra-konsepsi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan rancangan deskriptif-eksploratif dengan diskusi kelompok terarah bersama 14 partisipan (pelaksana tingkat kapanewon dan kalurahan), wawancara mendalam kepada 6 orang (pembuat kebijakan dan pelaksana tingkat kabupaten) serta 8 pasang pengguna layanan, yang dilengkapi dengan observasi terbuka dan studi dokumen. Data dianalisis dengan metode framework analysis. Hasil: Pelayanan calon pengantin di Kabupaten Sleman belum dioptimalkan untuk menjadi salah satu upaya penanggulangan stunting, beberapa calon pengantin tidak memperoleh pelayanan lengkap, dan komunikasi pelaksana tingkat kabupaten belum efektif. Terdapat usulan konsep pelayanan terpadu pra-konsepsi dilakukan berbasis Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan memanfaatkan Dana Desa maupun kebijakan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) untuk mendukung implementasi. Kesimpulan: Adanya kesesuaian konsep pelayanan terpadu pra-konsepsi dengan kebijakan dan kegiatan yang telah rutin dilakukan serta dianggap menjadi penyempurnaan intervensi penanggulangan stunting, penerimaan dan kesediaan dari para stakeholder untuk berpartisipasi menunjukkan bahwa konsep yang diusulkan mendapat dukungan untuk bisa dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Pelaksana tingkat kecamatan perlu melakukan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan calon pengantin serta perlu melakukan upaya komunikasi efektif antar stakeholder terutama di tingkat kabupaten. Implementasi pelayanan terpadu prakonsepsi seharusnya dilakukan berbasis pemberdayaan masyarakat di kalurahan dengan perbaikan alur pelayanan sesuai temuan penelitian.

Background: Stunting can be caused by lack of nutrition in pre-conception women so that they become one of the key target groups for stunting prevention. To prevent stunting, initiation of development of an integrated pre-conception service model requires a deeper study of potential that exists in Sleman Regency in supporting the development of pre-conception integrated services. Methods: This is qualitative research using a descriptive-exploratory design with a focus group discussion method with 14 participants (providers at the Kapanewon and Kalurahan levels), in-depth interviews with 6 people (policymakers and providers at the district level), and 8 pairs of users, equipped with open observation and document study. Data analysis with framework analysis method. Results: The Bridal Services in Sleman Regency has not to be optimized to be one of stunting prevention efforts, some brides didn't get complete services, and district level providers communication has not been effective. The pre-conception integrated services proposed to based on Community Based Health Efforts, utilize the Village Fund and the Community Participation Proposal Ceiling (PUPM) to support the implementation. Conclusion: This concept can fit with the policies and activities routinely accomplished, acceptance and willingness of stakeholders to participate show that the proposed concept has support to be implemented in Sleman Regency. Providers at sub-district level need to improve quality of services for prospective brides and make effectual communication efforts between stakeholders especially at district level. Implementation of pre-conception integrated services is executed based on community empowerment in the village with improving service flow according to research findings.

Kata Kunci : Koordinasi lintas sektor, Masa pra-konsepsi, Pelayanan terpadu prakonsepsi, Calon pengantin, Stunting

  1. S2-2022-466147-abstract.pdf  
  2. S2-2022-466147-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-466147-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-466147-title.pdf