Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR RISIKO PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP MASSA ABNORMAL PAYUDARA PADA PEREMPUAN DAERAH PERKOTAAN DI INDONESIA (Analisis Data Riset Penyakit Tidak Menular Balitbangkes Kemenkes RI 2016)

CICI PERMATA RUSADI, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG(K) ; Dr. Drs. Abdul Wahab. MPH

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Benjolan payudara merupakan gejala umum yang dialami perempuan, yang dapat berpotensi menjadi keganasan atau tidak. Selama ini penelitian mengenai risiko penggunaan kontrasepsi hormonal berfokus pada kanker payudara, sehingga peneliti mempertimbangkan risiko penggunaan kontrasepsi terhadap massa abnormal payudara. Tujuan: Untuk menganalisis risiko durasi paparan penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap massa abnormal payudara perempuan daerah perkotaan usia 25-64 tahun di Indonesia. Metode: Analisis data Sekunder Riset Penyakit Tidak Menular 2016 dengan rancangan matched case control. Kasus adalah terdapat benjolan/massa yang disertai perubahan visual, perubahan puting, kemerahan, bengkak pada payudara berdasarkan hasil pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga kesehatan terlatih. Total sampel yang dianalisis dalam penelitian ini sebesar 7920 dengan rasio kelompok kasus dan kontrol 1:3, terdiri dari 1980 kasus dan 5940 kontrol. Analisis data menggunakan Conditional logistic regression. Hasil: Tidak ditemukan adanya perbedaan risiko massa abnormal payudara pada pengguna kontrasepsi hormonal yang menggunakan kontrasepsi selama 10 tahun dibandingkan yang menggunakan kontrasepsi hormonal kurang dari 10 tahun. Faktor yang berkaitan dengan massa abnormal payudara adalah riwayat kanker payudara pada keluarga [AOR: 2.08; IK 95%: 1,65-2,62], riwayat kanker payudara sebelumnya [AOR: 7,63; IK 95%: 4,51-12,92], memiliki anak lebih dari 4 dan menyusui [AOR: 0,41; 0,29-0,57], memiliki lebih dari 4 anak dan melahirkan pertama kali <25 tahun [AOR: 0,40; IK 95%: 0,28-0,56] , dan menggunakan kontrasepsi hormonal dengan indeks massa tubuh >25Kg/m2 [AOR: 2,21; IK 95%: 1,15-4,26] Kesimpulan: Tidak ditemukan adanya peningkatan risiko mengalami massa abnormal payudara pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal selama 10 tahun atau lebih tanpa membedakan formulasi kontrasepsi secara spesifik. Faktor yang meningkatkan risiko mengalami massa abnormal diantaranya riwayat kanker payudara pada keluarga dan kanker payudara sebelumnya serta pengguna kontrasepsi hormonal yang memiliki indeks massa tubuh >25 Kg/m2. Sedangkan paritas dan menyusui memberikan efek yang protektif terhadap massa abnormal payudara.

Background: Breast lump is a common symptom experienced by women, which can potentially be malignant or not. Thus far, research on the risks of using hormonal contraceptives has focused on breast cancer, so that researchers consider the risks of using contraceptives for abnormal breast masses. Objective: This analysis aim to analyze the risk of duration of exposure to hormonal contraceptive use on abnormal breast mass in urban women aged 25-64 years in Indonesia. Methods: This research used secondary data from Non-Communicable Disease Research in 2016 which analyzed by matched case control. Definition of case is a lump/mass accompanied by visual changes, nipple changes, redness, swelling in the breast based on the results of a clinical breast examination by a trained health worker. The total sample analyzed in this study was 7920 with a ratio of case and control groups of 1:3, consisting of 1980 cases and 5940 controls. Data analysis using Conditional Logistic Regression. Results: There was no difference risk of having an abnormal breast mass in hormonal contraceptive users who used contraception for 10 years compared to those who used hormonal contraceptives for less than 10 years. Factors associated with abnormal breast mass were family history of breast cancer [AOR: 2.08; IK 95%: 1.65-2.62], previous history of breast cancer [AOR: 7.63; IK 95%: 4.51-12.92], having children more than 4 and breastfeeding [AOR: 0.41; 0.29-0.57], had more than 4 children and gave birth for the first time <25 years [AOR: 0.40; IK 95%: 0.28-0.56] , and using hormonal contraception with a body mass index >25Kg/m2 [AOR: 2.21; IK 95%: 1.15-4.26] Conclusion: There was no increased risk of having an abnormal breast mass in women who used hormonal contraception for 10 years or more regardless of specific contraceptive formulation. Factors that increase risk of having an abnormal breast mass include a family history of breast cancer, previous breast cancer and hormonal contraceptive users who have a body mass index > 25 Kg/m2. Meanwhile, parity and breastfeeding provide a protective effect against abnormal breast mass.

Kata Kunci : Kanker payudara, kontrasepsi hormonal, massa payudara, benjolan payudara/Breast cancer, hormonal contraception, breast mass, breast lump

  1. S2-2022-452969_abstract.pdf  
  2. S2-2022-452969_bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452969_tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452969_title.pdf