ANALISA KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KEMATIAN KASUS ASFIKSIA YANG DITANGANI DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RUMAH SAKIT DR. SARDJITO TAHUN 2008-2017
AINUN FAHMI YANUARTI, dr.IBG Surya Putra Pidada, Sp.F(K); dr. Lipur Riyantiningtyas BS., Sp.F(K), S.H
2021 | Tesis-Spesialis | ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGALLatar belakang Dalam ilmu forensik, sebuah pemeriksaan terhadap mayat akan menghasilkan diagnosis berupa sebab dan mekanisme kematian. Dalam suatu kasus trauma, salah satu mekanisme kematian yang umum ditemui adalah asfiksia. Asfiksia dapat terjadi pada kasus kecelakaan, bunuh diri, maupun pembunuhan (kekerasan yang disengaja). Namun demikian, belum banyak diteliti mengenai hubungan karakteristik demografi korban dengan kejadian asfiksia. Penelitian ini mempelajari mengenai karakteristik demografi korban kematian dengan mekanisme asfiksia serta hubungannya dengan sebab dan cara kematian. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi kasus kematian akibat asfiksia yang ditangani di RSUP Dr. Sardjito tahun 2008-2017 serta hubungan antara usia, jenis kelamin dan pekerjaan kasus kematian akibat asfiksia dengan sebab kematian dan cara kematian. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan analitik dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh kasus yang meninggal karena asfiksia yang ditangani di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008-2017. Metode penentuan besar sampel adalah dengan total sampling. Didapat jumlah sampel sebanyak 80. Data yang didapat dilakukan pemeriksaan deskriptif dan selanjutnya dilakukan uji korelasi sesuai normalitas data untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil Pada penelitian ini sebagian besar subyek berjenis kelamin laki-laki (55%), mayoritas korban berada pada rentang usia �64 tahun (88.3%) dan bekerja (61.6%). Dalam penelitian ini jenis kelamin, usia dan pekerjaan tidak berhubungan dengan sebab dan cara kematian. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin dan pekerjaan pada kematian akibat asfiksia dengan sebab dan cara kematiannya.
Background In forensic field, an examination of a dead body will produce a diagnosis of the cause and mechanism of death. On of the most common mechanism in a case of trauma is asphyxia. It can occur in cases of accidents, suicide, or homicide. However, there has not been much study on the relationship between the victim�s demographic characteristics and the incidence of asphyxia. This study examined its relationship. Objective We tried to determine the occupation of cases of death due to asphyxia treated at Dr. Sardjito Hospital in 2008-2017. We also studied the relationship between age, gender and occupation of cases of death due to asphyxia with the cause and manner of death. Method This research was conducted in an observational and analytical study with a cross-sectional design. The population were all cases that died due to asphyxia and were examined at RSUP Dr. Sardjito in 2008-2017.. Result Most of the subject were male (55%), the majority of the vistims were less than 64 years old (88.%) and working (61.6%). In this study, gender, age and occupation were not related to the cause an manner of death. Conclusion There was no significant relationship between age, gender and occupation on death due to asphyxia with the cause and manner of death.
Kata Kunci : asfiksia, karakteristik demografi, usia, jenis kelamin, pekerjaan