PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE DALAM MENGURANGI WAKTU PELAYANAN PADA UNIT RAWAT JALAN RSUD BANTEN
IBNU UMARUDIN UMEDI, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D
2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses aliran pasien, mengidentifikasi penyebab pemborosan dan memberikan strategi perbaikan pada proses aliran pasien rawat jalan di RSUD Banten. Pemetaan Fungsi Waktu digunakan untuk melihat keseluruhan proses pelayanan rawat jalan di rumah sakit dan untuk mengidentifikasi pemborosan yang ada. Fishbone Diagram digunakan untuk melihat akar permasalahan dari setiap tahapan yang mengalami bottleneck. Konsep Lean Heathcare digunakan untuk mengetahui dampak dari perbaikan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 tahapan utama proses rawat jalan. Tahapan yang pertama adalah pasien melakukan Screening Covid-19 dan verifikasi berkas persyaratan untuk pasien BPJS dan SKTM. Selanjutnya melakukan pendaftaran di loket yang terlebih dahulu mengambil nomer antrian. Setelah melakukan pendaftaran, pasien dapat menuju ke poliklinik tujuan. Tahapan terakhir yaitu pengambilan obat di Farmasi. Berdasarkan hasil pengamatan, poliklinik paru menghasilkan waktu tunggu melebihi standar dan rata-rata seorang pasien harus menghabiskan waktu selama 263 menit. Jenis pemborosan yang terjadi yaitu menunggu, proses kurang tepat dan produksi berlebih. Dengan mengeleminasi proses dan memberikan strategi perbaikan berdasarkan konsep Lean pada aktivitas-aktivitas penyebab pemborosan, diperoleh persentase penurunan waktu proses sebesar 59%.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses aliran pasien, mengidentifikasi penyebab pemborosan dan memberikan strategi perbaikan pada proses aliran pasien rawat jalan di RSUD Banten. Pemetaan Fungsi Waktu digunakan untuk melihat keseluruhan proses pelayanan rawat jalan di rumah sakit dan untuk mengidentifikasi pemborosan yang ada. Fishbone Diagram digunakan untuk melihat akar permasalahan dari setiap tahapan yang mengalami bottleneck. Konsep Lean Heathcare digunakan untuk mengetahui dampak dari perbaikan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 tahapan utama proses rawat jalan. Tahapan yang pertama adalah pasien melakukan Screening Covid-19 dan verifikasi berkas persyaratan untuk pasien BPJS dan SKTM. Selanjutnya melakukan pendaftaran di loket yang terlebih dahulu mengambil nomer antrian. Setelah melakukan pendaftaran, pasien dapat menuju ke poliklinik tujuan. Tahapan terakhir yaitu pengambilan obat di Farmasi. Berdasarkan hasil pengamatan, poliklinik paru menghasilkan waktu tunggu melebihi standar dan rata-rata seorang pasien harus menghabiskan waktu selama 263 menit. Jenis pemborosan yang terjadi yaitu menunggu, proses kurang tepat dan produksi berlebih. Dengan mengeleminasi proses dan memberikan strategi perbaikan berdasarkan konsep Lean pada aktivitas-aktivitas penyebab pemborosan, diperoleh persentase penurunan waktu proses sebesar 59%.
Kata Kunci : Lean, Pemetaan Fungsi Waktu, Pemborosan, Fishbone Diagram