Penggunaan foto udara untuk pendataan persebaran, luas dan kualitas lingkungan bangunan di kota Sukoharjo
Joko Handoyo, Prof. Dr. Sutanto
1984 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPerencanaan kota yang baik memerlukan data dan infromasi mengenai pertambahan jumlah maupun kualitas lingkungan bangunan. Pertambahan bangunan akan menimbulkan berubahnya penggunaan lahan. Hal tersebut menyebabkan pentingnya pengamatan perubahan penggunaan lahan dan pertambahan bangunan karena laju pertambahan bangunan biasanya lebih cepat daripada proses pendataan bangunan. Keadaan demikian juga dialami di daerah kota Sukoharjo. Tulisan ini membicarakan mengenai penggunaan foto udara untuk penentuan persebaran,kepadatan dan kualitas lingkungan bangunan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui ketepatan dan kemampuan foto udara skala 1: 1.000 untuk 1) menghitung luas bangunan persil 2) menghitung kepadatan bangunan dan 3) menentukan kualitas lingkungan bangunan. Penentuan tataguna lahan kota dapat disajikan dengan baik melalui foto udara tersebut. Metode yang digunakan dalam menentukan tataguna lahan kota dengan cara interpretasi foto udara yaitu dengan melacak tataguna lahan kota hasil interpretasi berdasarkan perujudannya di foto udara. Pengujian medan dilakukan dengan cara sampel. cara pemilihan sampel blok permukiman dilakukan dengan bilangan random , sedang pemilihan sampel bangunan dilakukan dengan sistematic random sampling. Kota Sukoharjo berdasarkan foto udara dapat dibagi menjadi tiga tipe lingkungan permukiman ialah tipe I merupakan daerah perkembangan kota, Tipe II merupakan daerah tempat tinggal dan tipe III merupakan daerah pusat kegiatan perdagangan. Data primer dikumpulkan melalui foto udara dan data sekunder dikumpulkan dari kantor Dinas Pekerjaan Umum , kantor statistik, kantor kecamatan dan kantor agraria. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara skala 1:1.000 dapat menyajikan secara baik tataguna lahan kota. Perhitungan luas bangunan apabila dibandingkan dengan hasil pengukuran lapangan mempunyai penyimpangan sebesar 0,98%. Keadaan tipe lingkungan permukiman II lebih baik daripada kualitas lingkungan permukiman III dan kualitas lingkungan permukiman I. Hasil analisis ternyata menunjukkan luas bangunan yang tercatat dikantor dinas pekerjaan umum pada umumnya tidak sesuai dengan luas kenampakan pada foto udara. Penyimpangan luas rata-rata sebesar 26,13%. Penyimpangan tersebut lebih kecil daripada luas sebenarnya. Hal ini disebabkan karena luas bangunan yang tercatat di dinas pekerjaan umum pada umumnya hanya bangunan pokok. Perhitungan kepadatan bangunan dikota Sukoharjo relatif jarang. Makin mengarah ke pusat kota semakin padat bangunannya. hal ini disebabkan kota SUkoharjo relatif masih muda dan kecenderungan penduduk ingin mendekati pusat kegiatan kota. Penentuan kualitas lingkungan bangunan berdasarkan hampiran foto udara dengan sepuluh kriteria pendukung yang ditawarkan sama-sama dapat digunakan seperti pada penentuan secara terestris dengan faktor pendukung dari dinas pekerjaan umum.
Kata Kunci : Fotografi udara,Sukoharjo,Jawa tengah