Penggunaan angkatan kerja muda di kalurahan Purwantoro kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri
Joko Wiyono, Drs. Tukiran
1983 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANMasalah yang dihadapi di daerah penelitian kurang lebih sama dengan kebanyakan daerah pedesaan Indoensia yakni sempitnya pemilikan tanah pertanian dan tingginya proporsi penduduk usia muda. Sempitnya pemilikan tanah ini menyebabkan penduduk mempunyai peluang kecil bekerja dibidang pertanian sedangkan kesempatan kerja diluar bidang pertanian masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan angkatan kerja menurut jenis pekerjaan, jenis kelamin,umur mulai kerja, jumlah jam kerja , pendapatan dan penggunaannya serta variabel lainnya. Disamping itu dilihat pula pengaruh sosial ekonomi keluarga terhadap penggunaan angkatan kerja yang didekati dari pekrjaan orangtua penghasilan keluarga dan luas penguasaan tanah pertanian. Metode penelitian adalah purposive sampling untuk pengambilan daerah yang didasarkan pada variasi mata pencaharian penduduk rata rata pemilikan tanah pertanian sempit, dan tingginya proporsi penduduk umur muda. Sedangkan responden dipilih secara simple random sampling responden meliputi angkatan kerja muda dan kepala keluarga dari angkatan kerja muda yang terpilih. Untuk mengetahui umur dan jumlah populasi diadakan sensus. Hasil penelitian didapatkan 6 kelompok jenis pekerjaan pokok yang menampung angkatan kerja yaitu pertanian, penjahit, pengangkutan , pegawai negeri/swasta, buruh/buruh industri dan perdagangan. Pertanian ternyata mampu menampung 22,7% angkatan kerja, jenis-jenis pekerjaan diluar pertanian yang relatif banyak menampung angkatan kerja adalah perdagangan 26% dan pengangkutan 22%. Ditilik dari jenis kelaminnya, jenis pekerjaan dan pengangkutan didominasi oleh lak-laki sedangkan perempuan pada buruh/buruh industri. Lebih dari separoh angkatan kerja mulai bekerja pada umur 15-19 tahun, laki-laki ternyata lebih awal bekerja dariapad perempuan. Terdapat 12% angkatan kerja yang dimanfaatkan kurang cukup, dilihat dari jam kerja/minggu. Sedangkan apabila dilihat mobilitas pekerjaannya, laki-laki ternyata lebih mengalami prgantian pekerjaan 64,1%apabila dibandingkan dengan perempuan 35,9%. Diperhatikan frekuensi ganti pekerjaannya, jenis pekerjaan pertanian 38,9%, perdagangan 31,2% dan buruh/buruh industri 50% pekerjaannya telah mengalami pergantian pekerjaan 2 x dan lebih. Pendapatan yang diperoleh selain untuk keperluan sendiri juga disumbangkan orangtua namun demikian terdapat pula yang tidak menyumbang terutama bagi mereka yang telah kawin. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan angakatn kerja meliputi faktor yang berasal dari angkatan kerja dan faktor keluarga. Pendidikan ternyata mempengaruhi jenis pekerjaan , semakin tinggi pendidikan, semakin banyak yang bekerja diluar pertanian . Jenis kelamin berpengaruh terhadap jam kerja, laki-laki ternyata lebih lama jam kerja/minggu daripada perempuan. Dan jenis pekerjaan pertama berhubungan dengan pekerjaan sekarang. Sedangkan faktor-faktor keluarga yakni pekerjaan orangtua mempengaruhi pekerjaan anak. Dilihat dari penghasilan keluarga, angakatan kerja dari keluarga berpenghasilan rendah lebih lama jam kerjanya dibandingkan dengan keluarga berpenghasilan tinggi. Serta angkatan kerja yang berasal dari keluarga dengan penguasaan tanah pertanian sempit ternyata lebih banyak yang bekrja diluar bidang pertanian.
Kata Kunci : Angkatan kerja,Purwantoro,Wonogiri,Jawa Tengah,Buruh Industri