ANALISIS ASPEK BAHAN BAKU DAN TENAGA KERJA PADA INDUSTRI KERAJINAN MEBEL SKALA RUMAH TANGGA DAN KONTRIBUSI TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen,PropinsiJawaTengah)
Apri Ariyanto, Ir. Djoko Suharno Radite M. S.
2004 | Skripsi | S1 KEHUTANANMasyarakat pedesaan mayoritas adalah kecil, memiliki lahan sempit, tingkat produksi kecil, pendapatan r h, untuk meningkatkan pendapatan kemungkinan dari or nonpertanian. Industri mebel skala rumah tan ",merupakan altematifuntuk.memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan, agar pe an m&yarakat meningkat, Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui kontribusi bahan baku dan tenaga kerja terhadap usaha industri mebel skala rurnah tangga, (2) mengetahui tingkat pendapatan pekerja mebel dan (3) mengetahai kemungkinanaspek manajemen dalam pengembangan industri mebel skala rumah tangga. Penelitian ini bersifat noneksperimental dengan metode deskriptif sebagai alat analisis, Data penelitian dikumpulkan dengan pengamatan langsung, melalui kuesioner dan didukung data statistik. Data meliputi jenis barang hasil produksi, kebutuhanbahan baku, harga jual, pemasaran, jumlah tenaga kerja, hasil produksi pertanian, sistem upah, pengangkutan, danjasa sawmill. Dari penelitian diketahui kebutuhan bahan baku per unit produk buffet atau almari rata-rata 0,65 nr', selama satu tahun membutuhkan kayu 62,4m3 . Kebutuhan bahan baku per unit meja rata-rata 0,09 nr', selama satu tahun membutubkan 25,9 m3 kayu. Tingkat pendapatan tenaga kerja biasa Rp 90.000,- /minggu, dan teaaga kerja mahir Rp 150.000,-/minggu. Besar nilai tambah satu unit produk buffet atau almari untuk adalah 32%, produk ftleja' 32o/~ imbalan tenaga kerja untuk satu unit produk buffet atau almari 43% dan produk meja 50%. Keuntungan produk buffet ataualmari 57%, produk meja 50%. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Industri Mebel Skala Rumah Tangga, selain bahan baku dan tenaga kerja : bahan pembantu berupa toko alar 'produksi, jasa penggergajian kayu (sawmill), sarana transportasi, sistem pemasaran, kebijakan pemerintah daerah dan selera konsumen.
Kata Kunci : Industri kerajinan, Bahan baku, tenaga kerja, niIai tambah