Ciri-ciri akseptor hubungannya dengan ketidaklestarian pemakaian pil dan IUD di kalurahan Bokoharjo kecamatan Prambanan
Iwang Sewaka, Drs. Walgito Nototaruno; Drs. Tukiran
1982 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANLaju pertumbuhan penduduk terus meningkat. Keluarga berencana berusaha menurunkan fertilitas 50% sejak dimulai hingga tahun 1990 dan mencanangkan program pembentukan catur warga untuk menggantikan program panca warga. Kesuksesan program tidak hanya tergantung pada peningkatan jumlah akseptor baru, tetapi terutama oleh pemakaian efektif dan kelestarian pemakaian kontrasepsi. Kelurahan Bokoharjo terletak disebelah timur ibukota propinsi DIY berbatasan dengan Jawa Tengah. Pemakai pil sebanyak 32,7% , IUD 24,1%, Kondom 34,2% , metode lain 9%. Jumlah pemakai pil dan IUD mulai meningkat. Penelitian bertujuan mengetahui sebab-sebab ketidaklestarian pemakaian pil dan IUD dan hubungan antara ciri-ciri akseptor dengan ketidaklestarian pemakaian. Metode penelitian yang dipakai ialah purposive sampling. Responden diambil secara pencacahan total pada daerah sampel terpilih. Data yang dikumpulkan ialah data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dan data sekunder yang diperoleh dari kantor yang berkaitan dengan penelitian. Analisa data memakai tabel satu variabel dan tabel silang dua variabel. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebab-sebab ketidaklestarian pemakain pil dan IUD ialah terkena efek sampingan, kehamilan , ganti metode, ingin anak lagi. Ciri-ciri akseptor yang berpengaruh terhadap ketidaklestarian pemakaian ialah umur akseptor , jumlah anak masih hidup , tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan
Kata Kunci : Akseptor KB,KB dengan pil,IUD,Bokoharjo,Prambanan,Sleman,DIY