Beberapa faktor yang mempengaruhi aspek-aspek perkawinan di kalurahan Harjobinangun kecamatan Pakem, kabupaten Sleman Yogyakarta
K. SOEPRAPTO W.M., Drs. Kasto, M.A; Drs. Sudarsono KM
1981 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian tentang perkawinan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap aspek-aspek perkawinan yang meliputi umur kawin pertama, pemilihan jodoh dan daerah asal suami isteri dengan faktor-faktor yang berpengaruh dan disoroti adalah pendidikan sebelum kawin, pekerjaan sebelum kawin dan migrasi sebelum kawin. faktor-faktor inidisoroti karen afaktor pendidikan misalnya merupakan salah satu faktor sosial budaya yang banyak berpengaruh terhadap proses perubahan dan modernisasi dalam masyarakat. Kalurahan Harjobinangun ditentukan sebagai daerah penelitian yang ditetapkan secara purposive berdasarkan atas keadaan pendidikan yang termasuk majudibanding dengan kalurahan lain dikecamatan Pakem kabupaten Sleman. Keadaan pendidikan yang maju dicerminkan oleh tersedianya sarana dan prasarana antaralain berupa 4 gedung sekolah dasar, 1 gedung sekolah lanjutan pertama dan 1 gedung sekolah lanjutan atas. Yang menjadi responden adalah wanita pernah kawin berumur 60 tahun kebawah , dengan pertimbangan sampai dengan umur 60 tahun diharapkan dapat diperoleh gambaran keadaan perkawinan dalam berbagai golongan umur sehingga diketahui pula perkembangan aspek-aspek perkawinan dari waktu ke waktu, dan diatas umur 60 tahun kemungkinan responden sudah sulit diwawancarai. Dari jumlah keseluruhan responden yakni 300 orang wanita diambil masing-masing 100 dari tiga daerah sampel yang diperoleh secara random. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa rata-rata umur kawin pertama adalah 18,1 tahun, pemilihan jodoh oleg orangtua 68,7% dan oleg responden sendiri 20,0% dan atas dasar kompromi 11,3 % daerah asal suami isteri dalam satu kalurahan 42,7%, lain kalurahan berbatasan 28,0% dan lain kalurahan tidak berbatasan 29,3%. Dari segi pendidikan yang tidak sekolah dan tidak tamat sekolah dasar 71,7 %, tamat sekolah dasar 12,3% sekolah lanjutan pertama 4,3% dan sekolah lanjutan tingkat atas dan selebihnya 11,7%. Mereka yang bekerja disektor pertanian sebelum kawin 32,3% dan disektor non pertanian 43,0% dan yang tidak bekerja sebelum kawin sebesar 24,7%. Mereka yang pernah melakukan migrasi (perpindahan tempat tinggal) sebelum kawin sebesar 12%dan yang tidak pernah bermigrasi sebesar 88 %
-
Kata Kunci : Perkawinan,Pakem,Sleman,DIY