Pola kepekaan Mycobacterium tuberculosis terhadap obat anti tuberculosis pada penderita tuberculosis paru di Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan
KHAERUDIN, dr. H. Barmawi Hisyam, SpPD-KP
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Penyakit tuberkulosis paru masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia, terutama di negara- negara berkembang termasuk Indonesia. Upaya penanggulangan tuberkulosis waktu ini sering terhambat oleh penyebaran strain bakteri yang resisten terhadap beberapa obat. Salah satu upaya untuk mengantisipasi masalah tersebut adalah pemantauan berkala dan penyampaian informasi data resistensi kuman kepada para pemegang program, pengambil kebijakan dan para klinisi/dokter. Tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola kepekaan Mycobacterium tuberculosis terhadap beberapa obat antituberkulosis, dalam rangka untuk mengetahui gambaran pola resistensi starin Mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap obat di Kabupaten Tapin. Bahan dan cara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2002 sampai September 2002 dengan menggunakan 69 isolat Mycobacterium tuberculosis dari sputum penderita tuberkulosis paru BTA positif yang ditemukan di Kabupaten Tapin. Suspensi bakteri dengan kepadatan 108 cfu/ml ditanamkan pada 3 medium Lowenstein-Jansen dan 1 medium Middlebrook yang telah mengandung masing- masing obat antituberkulosis yang termasuk golongan the first line drugs, yaitu INH/isoniazid (0,2 ïg/ml), streptomisin (2,0 ïg/ml), etambutol (2,0 ïg/ml) dan rifampisin (1,0 ïg/ml). Sebagai kontrol suspensi bakteri ditanam pada medium yang sama tanpa obat. Setiap minggu pertumbuhan diamati sampai dengan minggu ke 3. Koloni yang tumbuh pada masing- masing medium obat dihitung dan dibandingkan dengan medium tanpa obat. Hasil. Pengamatan terhadap kepekaan Mycobacterium tuberculosis menunjukkan bahwa isolat telah resisten terhadap obat antituberkulosis yang diujikan, dengan kisaran 0% sampai 14,49%. Resistensi tertinggi adalah terhadap etambutol yaitu 14,49%, sedangkan 8,69% isolat resisten terhadap streptomisin, 10,14% isolat resisten terhadap INH/isoniazid dan tidak ada isolat yang resisten terghadap rifampisin (0%). Simpulan. Sejumlah 18,84% isolat uji telah resisten terhadap satu atau lebih obat antituberkulosis, 1,45% diantaranya telah resisten terhadap 3 obat uji, tidak ada isolat yang resisten terhadap rifampisin, sedangkan 81,16% isolat masih sensitif terhadap semua obat yang diujikan.
Background: The tuberculosis control efforts of been alarmed by trend of the widespread emergence of multidrugs resistant Mycobacterium tuberculosis. To anticipate the problem it is very important to provide clinicians and decision maker with data on drugs susceptibility of Mycobacterium tuberculosis periodcally. Objectives. This studi reviewed the pattern of susceptibility of Mycobacterium tuberculosis to various antituberculosis drugs, for monitoring of antituberculosis drugs resistant strains of Mycobacterium tuberculosis, especially in Tapin regency, South Kalimantan province. Method. Sixty nine isolates of Mycobacterium tuberculosis founded sputum of tuberculosis sufferer with BTA positive in Puskesmas that was located in Tapin regency between January to September 2002, South Kalimantan province -were evaluated for their susceptibility to various drugs, both the first line drugs (INH/isoniazid, streptomycin, rifampicin, and ethambutol). Suspension of Mycobacterium tuberculosis at density of approximately Mac Farland no. 1 standard were cultured on drugs containing mediun, as well as control medium of Lowenstein-Jansen and Middlebrook incubator for 3 weeks. The number of colony on the drugs containing medium and control medium was reported. Result. The results showed the range of resistance of Mycobacterium tuberculosis to the overall drugs were 0% to 14,49%. Resistant to ethambutol was the highest (14,49%), whereas the resistant isolates to streptomycin, INH/isoniazid were 8,69%, 10,14% and nothing the resistant of rifampicin. Conclusion. 18,84% isolates were resistant to one or more anti tuberculosis, 1,45% were resistant to try of the drugs, and the 81,16% of the isolates still sensitive to all of the drugs.
Kata Kunci : Mycobacterium tuberculosis – resistensi – obat antituberkulosis