Laporkan Masalah

PENGUJIAN PERILAKU HERDING PADA PERIODE SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI BURSA EFEK INDONESIA

FLORIDA E. SIADARI, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,

2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengujian terhadap pasar saham di Indonesia, apakah terdapat perilaku herding khususnya pada saham yang terdaftar pada Kompas 100. Perilaku herding yang akan diuji akan dihubungkan dengan fenomena pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Periode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Februari 2019 sampai dengan Februari 2020 atau sebelum terjadinya pandemi Covid-19, dimana periode ini merupakan periode dengan kondisi pasar yang normal dan akan dibandingkan dengan periode Maret 2020 sampai dengan Maret 2021 atau periode dimana terjadinya pandemi Covid-19 yang pada periode ini merupakan kondisi pasar stress. Kedua kondisi tersebut digunakan untuk menguji perilaku herding pada kondisi yang berbeda. Metode yang akan dipakai dalam proses penelitian ini menggunakan metode pendekatan yang dilakukan oleh Chang, Cheng, and Khorana (2000) sebelumnya yaitu CSAD (Cross Sectional Absolute Deviation) untuk melakukan pencarian nilai return disperse yang akan dihubungkan dengan Return pasar pada kondisi sebelum pandemi, saat pandemi, kondisi pasar bullish, dan kondisi pasar bearish dengan menggunakan analisis regresi. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan indikasi terdapatnya perilaku herding pada kondisi sebelum pandemi namun tidak terdapat indikasi perilaku herding pada kondisi saat pandemi, kondisi pasar bullish, dan kondisi pasar bearish pada saham-saham Kompas 100 untuk periode Februari 2019 sampai dengan Februari 2020 dan Maret 2020 sampai dengan Maret 2021. Berdasarkan hasil ini dapat diartikan bahwa investor Indonesia bertindak rasional pada saat pandemi, kondisi pasar bullish, dan kondisi pasar bearish sedangkan pada saat sebelum pandemi memiliki kecenderungan bertindak tidak rasional.

This study was conducted to test the stock market in Indonesia, whether there is herding behavior, especially in shares listed on Kompas 100. The herding behavior to be tested will be related to the Covid-19 pandemic phenomenon that occurred in Indonesia. The period that will be used in this research is February 2019 to February 2020 or before the Covid-19 pandemic, where this period is a period with normal market conditions and will be compared with the period March 2020 to March 2021 or the period where the Covid-19 pandemic occurs which in this period is a stressful market condition. These two conditions were used to test herding behavior in different conditions. The method that will be used in this research process uses the approach method used by Chang, Cheng, and Khorana (2000) previously, namely CSAD (Cross Sectional Absolute Deviation) to search for the return dispersion value that will be connected with market returns in conditions before the pandemic, when pandemic, bullish market conditions, and bearish market conditions using regression analysis. Based on this research, there are indications of herding behavior in pre-pandemic conditions but no indications of herding behavior during pandemic conditions, bullish market conditions, and bearish market conditions on Kompas 100 stocks for the period February 2019 to February 2020 and March 2020 to March 2021. Based on these results, it can be interpreted that Indonesian investors act rationally during the pandemic, bullish market conditions, and bear market conditions while before the pandemic they tend to act irrationally.

Kata Kunci : Perilaku Herding, Behavioral Finance, Cross Sectional Absolute Deviation, Pandemi Covid-19 ; Hearding behaviour, Behavioral Finance, Cross Sectional Absolute Deviation, Covid-19 Pandemic

  1. S2-2022-452689-abstract.pdf  
  2. S2-2022-452689-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-452689-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-452689-title.pdf