Laporkan Masalah

Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kreatif Di Pasar Papringan, Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah

ARTADI, Drs. John Suprihanto, MIM., Ph.D

2022 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Reproduksi serial adalah fenomena yang memperlihatkan ketimpangan daya saing antar destinasi wisata dan akhir-akhir ini, reproduksi serial marak ditemui di destinasi wisata di Indonesia. Pasar Papringan merupakan salah satu destinasi wisata yang dikembangkan secara kreatif dengan tidak melakukan reproduksi serial. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pengembangan Pasar Papringan sebagai destinasi pariwisata kreatif, bentuk keterlibatan dan peran para aktor, dan Menyusun strategi pengembangan Pasar Papringan sebagai destinasi wisata kreatif dengan menggunakan perspektif creative placemaking. Penelitian dilakukan dengan menggunaakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang berasalkan dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan Pasar Papringan dilakukan dalam dua tahap pada enam unsur pariwisata kreatif, yaitu tahap perencanaan dan pelaksanaan dengan unsur pariwisata kreatif antara lain: inspirasi, seleksi, struktur, sumber daya, kreativitas, dan makna. Proses pengembangan tersebut melibatkan setidaknya 26 aktor dengan 4 kategori aktor yang berasal dari internal dan eksternal dusun Ngadiprono. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diketahui bahwa Pasar Papringan berada pada kuadran III dengan dominasi kelemahan dan ancaman, sehingga dirumuskan strategi bertahan. Rekomendasi rumusan strategi alternatif yang diusulkan berdasarkan analisis SWOT untuk pengembangan Pasar Papringan sebagai destinasi pariwisata kreatif adalah sebagai berikut: Melakukan peningkatan kapasitas dan pendampingan SDM pada bidang proses kreatif; Mempersiapkan regenerasi pendamping pasar papringan oleh Tim Spedagi; Mulai melakukan kaderisasi dan meningkatkan kapasitas local champion yang mampu meneruskan pengelolaan pasar papringan; Meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam keterlibatan pengembangan pariwisata kreatif; Melakukan pengembangan atraksi pariwisata kreatif yang melibatkan proses dan partisipasi kreatif wisatawan bekerjasama dengan stakeholder; Pengelola mulai menyusun strategi untuk mulai mengembangkan ke quality tourism untuk menghindari over kapasitas; Melakukan kolaborasi pengembangan Pasar Papringan dengan lembaga pemerintah, swasta, LSM, Media dan akademisi; Pengembangan jejaring destinasi wisata kreatif didukung oleh pada stakeholder; Pemasaran produk/atraksi wisata kreatif yang baru dikembangkan melalui kerjasama dengan media.

Serial reproduction is a phenomenon that shows the competitiveness gap between tourist destinations and lately, serial reproduction is rife in tourist destinations in Indonesia. Papringan market is one of the tourist destinations that is developed creatively by not serial reproduction. This paper seeks to identify and analyze the process of developing Papringan Market as a creative tourism destination, the forms of involvement and roles of actors, and provide recommendations for strategies for developing Papringan Market as a creative tourist destination using a creative placemaking perspective. The research was conducted using a qualitative descriptive approach with data derived from interviews, observations, documentation and literature studies. The results showed that the Papringan Market development process was carried out in two stages on six elements of creative tourism, namely the planning and implementation stages with elements of creative tourism, including: inspiration, selection, structure, resources, creativity, and meaning. The development process involved at least 26 actors with 4 categories of actors coming from internal and external Ngadiprono hamlet. Based on the results of the SWOT analysis, it is known that the Papringan Market is in quadrant III with the dominance of weaknesses and threats, so a defensive strategy is formulated. Recommendations for the formulation of alternative strategies proposed based on SWOT analysis for the development of the Papringan Market as a creative tourism destination are as follows: Perform capacity building and human resource assistance in the creative process field; Preparing the regeneration of Papringan market companions by the Spedagi Team; Starting to conduct regeneration and increase the capacity of local champions who are able to continue the management of the Papringan market; Increase local community participation in creative tourism development involvement; Develop creative tourism attractions that involve the creative process and participation of tourists in collaboration with stakeholders; Managers begin to develop strategies to start developing into quality tourism to avoid overcapacity; Collaborating on Papringan Market development with government, private, NGO, media and academic institutions; Development of a network of creative tourist destinations supported by stakeholders; Marketing of newly developed creative tourism products/attractions through collaboration with the media.

Kata Kunci : serial reproduction, creative tourism, creative placemaking, community based tourism, tourism stakeholder

  1. 1. S2-2022-345145-title.pdf  
  2. 2. S2-2022-345145-tableofcontent.pdf  
  3. 3. S2-2022-345145-abstract.pdf  
  4. 6. S2-2022-345145-bibliography .pdf