ANALISIS BIAYA PRODUKSI PEMBUATAN BIBIT JATI DI PERSEMAIAN PRADOK BOJONEGORO
RANI MAHARTO, Dr. Ir Wahyu Andayani,M.S.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPusat Pengembangan Sumber Daya Hutan (Pusbang SDH) Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah di Cepu menggunakan metode stek mikro dalam memproduksi bibit Jati. Tetapi- biaya untuk memproduksi tiap bibit dianggap relatifmasih mahaL Sehubungan dengan itu didirikan Unit Persemaian di wilayah RPH Nggrogolan, BKPH Pradok, KPH Bojonegoro, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Pada tahun 2004 digunakan metode baru yang diperkirakan lebih murah yaitu metode sungkup. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana perbedaan biaya produksi bibit antara kedua metode yang ada, yaitu metode sungkup dan metode stek mikro. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah cost value method (CVM). Metode analisis biaya produksi pembuatan bibit Jati dengan mendasarkan pada skala produksi bibit yang dihasilkan. Untuk metode sungkup sebanyak 50.000 batang dan metode stek mikro sebanyak 500.000 batang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pembuatan bibit Jati dengan metode sungkup memerlukan biaya sebesar Rp 2.527,25 tiap bibit dan metode stek mikro memerlukan biaya sebesar Rp 4.829,54 tiap bibit. Dengan demikian dapat dinyatakan pembuatan bibit dengan metode sungkup lebih murah daripada metode stek mikro.
Kata Kunci : metode sungkup, stek mikro, cost value method