Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Bawaan pada Pasien Anak di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2021
ARIEF BUDIARTO, dr. Indah Kartika Murni, M.Kes., Ph.D., Sp.A(K); dr. Noormanto, Sp.A(K)
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: Diabetes mellitus gestasional dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung bawaan (PJB). Insidensi PJB bervariasi sekitar 4 hingga 50 per 1.000 kelahiran. PJB memiliki dampak yang signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia. Penelitian mengenai diabetes mellitus gestasional sebagai faktor risiko PJB di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta belum pernah dilakukan. Pemahaman mengenai faktor risiko PJB sangat penting untuk menurunkan insidensi, morbiditas, dan mortalitas PJB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah diabetes mellitus gestasional merupakan faktor risiko independen yang berhubungan dengan PJB pada pasien anak di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian case-control dilakukan di Instalasi Kesehatan Anak RSUP dr. Sardjito Yogyakarta pada anak berusia 0-18 tahun yang terdiagnosis PJB dengan ekokardiografi pada bulan Januari-Oktober 2021. Variabel independen berupa diabetes mellitus gestasional dengan confounder berupa infeksi rubella maternal, usia maternal lanjut, dan kehamilan multifetal. Analisis bivariat dengan uji Chi-square dan analisis multivariabel dengan regresi logistik. Hasil analisis dilaporkan sebagai adjusted odds ratio (aOR) dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Terdapat 78 sampel untuk masing-masing kelompok. Analisis bivariat menunjukkan diabetes mellitus gestasional (OR: 5,27; CI 95% 0,60-46,23; p 0,21), infeksi rubella maternal (tidak dapat diinterpretasi), usia maternal lanjut (OR: 3,60; CI 95% 1,34-9,64; p 0,01), dan kehamilan multifetal (OR: 1; CI 95% 0,20-5,11; p 1). Setiap variabel dengan nilai p<0,25 dimasukkan ke analisis multivariabel. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh aOR diabetes mellitus gestasional sebesar 6,34 dengan 95% CI 0,72-55,82 (p 0,10) dan aOR usia maternal lanjut sebesar 3,59 dengan 95% CI 1,33-9,71 (p 0,01). Kesimpulan: Penelitian ini tidak dapat membuktikan diabetes mellitus gestasional sebagai faktor risiko independen terhadap kejadian PJB pada pasien anak di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.
Background: Gestational diabetes mellitus is associated with an increased risk of offspring congenital heart diseases (CHD). The incidence of CHD varies from 4 to 50 per 1000 births. CHD has a significant impact on pediatric morbidity and mortality worldwide. The study of gestational diabetes mellitus as a risk factor for CHD at dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta has never been done. The understanding of such risk factors are critical to decrease the incidence, morbidity, and mortality of CHD. Objective: To know whether gestational diabetes mellitus is an independent risk factor for CHD in pediatric patients at dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Methods: The case-control study was conducted at the Child Health Installation of dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta in children aged 0-18 years diagnosed with CHD by echocardiography in January-October 2021. The independent variable was gestational diabetes mellitus with confounders such as maternal rubella infection, advanced maternal age, and multifetal pregnancy. Bivariate analysis using Chi-square test and multivariable analysis using logistic regression. The results are reported as adjusted odds ratio (aOR) and its confidence interval of 95%. Results: There are 78 samples for each group. Bivariate analysis showed gestational diabetes mellitus (OR: 5,27; 95% CI 0,60-46,23; p 0,21), maternal rubella infection (uninterpreted), advanced maternal age (OR: 3,60; CI 95% 1,34-9,64; p 0,01), and multifetal pregnancy (OR: 1; 95% CI 0,20-5,11; p 1). Each variable with a p value <0,25 was included into the multivariable analysis. Based on this analysis, the aOR for gestational diabetes mellitus was 6,34 with 95% CI 0,72-55,82 (p 0,10) and the aOR for advanced maternal age was 3,59 with 95% CI 1,33 9,71 (p 0,01). Conclusion: This study was not able to prove gestational diabetes mellitus as an independent risk factor for CHD in pediatric patients at dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta.
Kata Kunci : faktor risiko, penyakit jantung bawaan, anak, diabetes mellitus gestasional, infeksi rubella maternal, usia maternal lanjut, kehamilan multifetal