KARAKTER EKOFISIOLOGI, KUALITAS KOPI DAN PELUANG PENGEMBANGAN AGROFORESTRI CAMPUR DI ZONA SELATAN KABUPATEN WONOSOBO
HAJAR ISNAINI, Dr. Priyono Suryanto, S. Hut., MP ., Widiyatno, S. Hut., M. Sc., Ph.D.
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANANSalah satu sistem yang dapat dijadikan solusi adalah pola tanam agroforestri. Agroforestri adalah salah satu wujud strategis antara sektor pertanian, kehutanan dan lingkungan. Pengelolaan sumberdaya alam yang lebih sesuai dengan prinsip kelestarian dan juga percepatan pencapaian kemakmuran. Desa karangsari kecamatan sapuran kabupaten wonosobo telah menerapkan pola agroforestri tipe 1 yaitu tanaman kehutanan dengan tanaman perkebunan. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap. Petak pengamatan dilakukan dengan metode stratified purposive sampling. Jumlah plot adalah sebanyak 27 plot. Tipe tanah dengan sistem penggunaan lahan agroforestri memiliki tekstur lempung berliat. berdasarkan hasil dari pengamatan di ketiga lokasi, kelembaban udara berkisar antara 68-78% sedangkan untuk kelembaban tanah berkisar antara 67-77%. Hasil penelitian yang dilakukan di ketiga tempat diperoleh hasil rentang luar berkisar dengan rentang 3000 lux hingga 6000 lux. Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan di ketiga lokasi (p0,05). Hasil pengukuran nenunjukkan bahwa konsentrasi anr pada tanaman kopi berkisar antara 1,2- 3,2 mol/gram. namun, perbedaan tipe penanaman agroforestri mengalami perbedaan kualitas pada kadar kafein, protein, gula reduksi, gula total, dan sukrosa. hal ini mungkinkan karena ketiga lokasi pertanaman memiliki kondisi tanah dan lingkungan yang berbeda. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan budidaya kopi dengan ilmu dan teknologi agroforestri dengan optimalisasi lahan dan meningkatkan manajemen usaha.
One system that can be use as a solution is agroforestry. Agroforestry is strategic form between the agricultural, forestry and environmental. Natural resource management with the principle of sustainability and accelerates the achievement of prosperity. Karangsari Village, Sapuran District, Wonosobo Regency, has implemented a type 1 agroforestry, namely forestry plants with plantation crops. This research conducted in four stages. Observation plots were carried out using stratified purposive sampling method. The number of plots is 27 plots. Soil type with agroforestry land use system has a loamy texture. Air humidity ranged from 68-78% for soil moisture ranged from 67-77%. The results of the research conducted in the three places obtained the outer range ranging from 3000 lux to 6000 lux. From the results, there is no significant difference in the three locations. The concentration of anr in coffee plants ranged from 1.2 to 3.2 mol/gram. however, the different types of agroforestry cultivation experienced differences in quality in the levels of caffeine, protein, reducing sugar, total sugar, and sucrose. This is possible because the three planting sites have different soil and environmental conditions. it is necessary to improve coffee cultivation with agroforestry science and technology by optimizing land and improving business management.
Kata Kunci : agroforestri, intensitas cahaya , optimalisasi lahan