Analisis Hubungan Antara Inferioritas Perempuan dan Perdagangan Perempuan di Bangladesh
JOVIA AURA ANINDYA, Dr. Ririn Tri Nurhayati
2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALFenomena perdagangan perempuan di Bangladesh menjadi salah satu fenomena kejahatan kemanusiaan yang sulit diberantas. Fenomena ini telah menelan banyak korban, menunjukkan bahwa perdagangan perempuan bukanlah isu baru. Tetapi korban terus berjatuhan dan proses perdagangan terus berlanjut meski berbagai solusi telah diterapkan. Keterlibatan pemerintah, organisasi lokal/internasional, hingga negara lain terbukti belum berhasil menyelesaikan isu ini. Di sisi lain, kerugian yang ditimbulkan terhadap korban tidak sederhana. Maka isu perdagangan perempuan perlahan menjadi isu utama, bersanding dengan isu perdagangan manusia sebagai payung awal isu ini berada. Penelitian ini memberikan sudut pandang baru, tidak hanya menyorot proses perdagangan perempuan, tetapi juga menyorot kaki-kaki yang menopang fenomena tersebut. Temuan yang hadir sangat menarik, pertama sistem sosial yang patriarkis membuat perempuan terpinggirkan sedari awal, kedua interpretasi agama yang salah dan terwujud dalam budaya fatwa serta salish menjadi justifikasi bagaimana lingkungan sosial-ekonomi melihat posisi perempuan di dalam negara. Temuan-temuan ini menjadi tonggak baru dalam melihat isu dan merumuskan solusi. Melalui teori segitiga kekerasan dan lensa feminis liberal, penelitian ini berusaha menelaah lebih lanjut bagaimana temuan-temuan yang hadir dapat melanggengkan perdagangan perempuan dan solusi apa yang dapat melampauinya.
The phenomenon of trafficking in women in Bangladesh is one of the phenomena of crimes against humanity that is difficult to eradicate. This phenomenon has claimed many victims, showing that trafficking in women is not a new issue. But the victims continue to fall and the trafficking process continues even though various solutions have been implemented. The involvement of the government, local/international organizations, and other countries has proven to be unsuccessful in resolving this issue. On the other hand, the harm inflicted on the victim is not simple. Lately the issue of trafficking in women slowly became the main issue, side by side with the issue of human trafficking as the umbrella for this issue. This research provides a new perspective, not only highlighting the process of trafficking in women, but also highlighting the root of the phenomenon. The findings are very interesting, firstly the patriarchal social system has marginalized women from the start, secondly the wrong interpretation of religion manifested in the fatwa and salish culture is the justification for how the socio-economic environment sees women's position in the state. These findings are a new perspective in looking at issues and formulating solutions. Through the theory of the triangle of violence and a liberal feminist lens, this research seeks to further examine how the findings present can perpetuate trafficking in women and what solutions can go beyond it.
Kata Kunci : Perdagangan perempuan, Bangladesh, Segitiga kekerasan, Feminis liberal