Pengaruh Jenis Bahan Penutup Fraktur Resin 4 META/MMA-TBB Dan Mineral Trioxide Aggregate Terhadap Kerapatan Penutupan Fraktur Akar Gigi Vertikal Dengan Dan Tanpa Kontaminasi Darah
DESIARTI SARTIKASARI, Dr. drg. R. Tri Endra Untara, M. Kes., Sp. KG(K); drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG(K), Ph.D
2021 | Tesis-Spesialis | KONSERVASI GIGIFraktur akar gigi vertikal merupakan kasus yang kadang ditemui dalam praktik kedokteran gigi dengan prevalensi 3-5% dan sebagian besar terjadi pada gigi yang pernah mendapatkan perawatan saluran akar. Etiologi fraktur akar vertikal rumit dan multifaktorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh bahan penutup fraktur dan kontaminasi darah terhadap kerapatan penutupan fraktur akar vertikal. Dua puluh empat spesimen dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama ditutup menggunakan resin 4 META/MMA-TB yang dibagi menjadi dua kelompok : tanpa kontmainasi darah dan dengan kontaminasi darah. Kelompok kedua ditutup menggunakan Mineral Trioxide Aggregate yang dibagi mejadi dua kelompok : tanpa kontaminasi darah dengan kontaminasi darah. Spesimen dibalut dengan kassa yang dibasahi larutan PBS (Phosphate Buffered Solution) selama 7 hari dan disimpan dalam inkubator. Kerapatan bahan penutup fraktur diamati dari kebocoran pada spesimen setelah direndam dalam larutan metilen biru 2% selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan Kruskall Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan kelompok yang menggunakan Mineral Trioxide Aggregate memiliki kebocoran lebih rendah. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan kebocoran berdasarkan kontaminasi darah pada fraktur akar vertikal (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah kontaminasi darah tidak berpengaruh terhadap kerapatan penutupan. Kerapatan penutupan Mineral Trioxide Aggregate lebih baik bila dibandingkan resin 4 META/MMA-TBB.
Vertical root fracture is a case that sometimes found in the dental practice with a prevalence of 3-5% and mostly occur in teeth root canal treatment that have received root canal treatment. The etiology of vertical root fractures is complex and multifactorial. This study aims to determinate the effect of dental adhesive material and blood contamination on sealing ability of vertical root fracture. Twenty-four specimens were divided into two groups. The first group used 4 META/MMA-TB resin which devided into two groups : without blood contamination and without blood contamination. The second group used Mineral Trioxide Aggregate which devided into two groups : without blood contamination and with blood contamination. The specimens were wraped in a gauze moistened with a PBS solution (Phosphate Buffered Solution) for 7 days and and stored in an incubator. Sealing ability was observed from leakage after soaking specimens in metylen blue 2% for 24 hours. Data was analyzed using Kruskall Wallis test followed by Mann Whitney test. Kruskall Wallis test results showed the group use Mineral Trioxide Aggregate had lower leakage. Mann Whitney test results showed no difference in leakage on blood contamination of vertical root fracture (p>0.05). The conclusion of this study is blood contamination has no effect on sealing ability. Sealing ability of Mineral Trioxide Aggregate is better compared with 4 META/MMA-TBB resins
Kata Kunci : kerapatan penutupan, kontaminasi darah, resin 4 META/MMA-TBB, Mineral Trioxide Aggregate